h1

HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN NURUL UMMAH KOTAGEDE YOGYAKARTA

15 Juli 2009

INTISARI

Irwan Suryanto

Latar belakang : Merokok sudah menjadi budaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok adalah faktor kepribadian, faktor pergaulan atau lingkungan, faktor orang tua, dan faktor iklan. Pada faktor kepribadian yang mempengaruhi perilaku merokok meliputi rasa ingin tahu, ingin melepaskan diri dari beban diri atau stress. Mengkomsumsi rokok pada waktu stress merupakan upaya penyeimbang masalah-masalah yang bersifat emosional atau kompensatoris kecemasan yang dialihkan terhadap perilaku merokok. Remaja adalah masa-masa yang kritis dan rentan sekali untuk mengalami masalah serta berperilaku risiko tinggi, salah satunya merokok.

Tujuan : penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta.

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi yakni penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara tingkat stress dengan perilaku merokok. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta pada bulan november 2007. Tehnik pengambilan data dilakukan melalui pendekatan cross-sectional melalui instument kuesioner, dengan subyek 99 responden. Uji analisis pada penelitian ini adalah uji statistic Koefisien Contingensi chi-squre.

Hasil : Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata seluruh responden berada dalam kategori tingkat stress ringan (57%), sedangkan untuk perilaku merokok diketahui bahwa sebagian besar responden merokok (53%), dari responden yang merokok menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang merokok (22,2%) dan tidak merokok (34,3%) berada dalam kategori tingkat stress ringan, sedangkan untuk responden yang merokok benar-benar karena alasan ingin melepaskan diri dari beban diri atau stress sebesar (25%) berada dalam kategori tingkat stress sedang dan (21,2%) berada dalam kategori tingkat stress berat.

Kesimpulan : Penelitian yang didapat menggambarkan bahwa ada hubungan tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta, dengan taraf signifikasi 5% sebesar 0,008 yang berarti  Ho ditolak.

Kata kunci : Tingkat stress, Perilaku merokok.

Tinggalkan sebuah Komentar