Archive for the ‘Keperawatan’ Category

h1

KEPUASAN IBU BERSALIN PENGGUNA PROGRAM JAMINAN PERSALINAN BULAN JULI TAHUN 2012 DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA

13 Juli 2014

INTISARI

Yuliana Fatmasari

Latar Belakang: Kepuasan merupakan suatu perasaan yang timbul ketika kebutuhan, keinginan, dan harapan pasien dapat terpenuhi melalui jasa layanan kesehatan yang diterima, misalnya pelayanan jampersal. Kepuasan merupakan tujuan akhir dari pelayanan jampersal, namun dalam pelaksanaannya bisa saja pasien yang menerima pelayanan merasa tidak puas. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya keterbatasan sumber daya tenaga kesehatan, respon petugas kesehatan, pemahaman pelayanan yang salah oleh pasien dan keterbatasan fasilitas kesehatan yang belum memadai.
Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan ibu bersalin pengguna program Jampersal selama bulan Juli di Puskesmas Tegalrejo.
Metode: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu bersalin pengguna program Jampersal di Puskesmas Tegalrejo. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari 25 pertanyaan tentang aspek-aspek kepuasan. Uji analisis menggunakan rumus distribusi frekuensi kumulatif.
Hasil: Menunjukkan 69,2% ibu bersalin pengguna program Jampersal di Puskesmas Tegalrejo merasa puas dan 30,8% lainnya merasa sangat puas. Mayoritas ibu berumur 25-29 tahun (30,8%). Sebagian besar responden berpendidikan SMA/SMK (53,8%). Mayoritas ibu berparitas II (42,3%) dan sebagian besar bekerja sebagai IRT (73,1%).
Saran: Secara teoritis, hendaknya penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi terkait kualitas pelayanan kesehatan dan dapat dijadikan sebagai informasi dan dasar bagi penelitian selanjutnya. Secara praktis, penelitian ini hendaknya dapat dijadikan sebagai sumber informasi mengenai pelaksanaan pelayanan kesehatan sehingga dapat diketahui cakupan dan inovasi yang perlu dilakukan oleh pihak puskesmas.

Kata Kunci: Tingkat Kepuasan, Ibu Bersalin, Jampersal, Puskesmas Tegalrejo.

Karya Tulis Ilmiah ini milik STIKES Alma Ata Yogyakarta, Anda dapat membacanya di perpustakaan STIKES Alma Ata Yogyakarta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Atau jika Anda ingin memperoleh soft copy full teksnya silahkan hubungi: stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda (ketentuan berlaku).

PERHATIAN : Pastikan Anda telah menuliskan nama dan alamat email Anda dengan benar.

h1

TINGKAT KECEMASAN IBU USIA 40-50 TAHUN DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI RW 11 DUSUN SOROPATEN BANTUL TAHUN 2012

13 Juli 2014

INTISARI

Henyta Pertiwi

Latar Belakang: Secara normal wanita akan mengalami menopause antara usia 40-50 tahun. Menopause yang dialami wanita seringkali menimbulkan kecemasan. Hal ini diketahui dari pengakuan ibu bahwa mereka merasa khawatir tidak cantik lagi, takut tidak dapat memuaskan suami, khawatir suami memperhatikan wanita lain, mudah tersinggung, sering merasakan jantung berdebar-debar dan mudah menangis. Selain itu usia ini sering dikaitkan dengan usia rentan akan penyakit, jika kecemasan tidak cepat diatasi maka akan mengakibatkan stres atau bahkan depresi.
Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana tingkat kecemasan ibu usia 40-50 tahun dalam menghadapi menopause di RW 11 Dusun Soropaten Bantul.
Metode: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu usia 40-50 tahun di RW 11 Dusun Soropaten, Bantul sebanyak 33 responden dari 42 populasi yanga ada. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan rumus frekuensi.
Hasil: menunjukkan 45,5% ibu usia 40-50 tahun mempunyai tingkat kecemasan ringan, 39,4% mempunyai tingkat kecemasan sedang dan 15,2% mempunyai tingkat kecemasan berat.

Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Ibu Usia 40-50 tahun, Menopause, Soropaten Bantul

Karya Tulis Ilmiah ini milik STIKES Alma Ata Yogyakarta, Anda dapat membacanya di perpustakaan STIKES Alma Ata Yogyakarta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Atau jika Anda ingin memperoleh soft copy full teksnya silahkan hubungi: stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda (ketentuan berlaku).

PERHATIAN : Pastikan Anda telah menuliskan nama dan alamat email Anda dengan benar.

h1

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU MENOPAUSE DI PEDUKUHAN DALEMAN BANTUL TAHUN 2013

13 Juli 2014

INTISARI

Nita Monaleva

Latar Belakang: Menopause merupakan fase dalam kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berhentinya masa subur dan merupakan peristiwa alamiah pada setiap wanita. Menopause pada wanita dapat menyebabkan kecemasan, namun respon masing-masing wanita dalam menghadapi kecemasan tergantung pada tipe kepribadiannya. Seseorang dengan kepribadian introvert cenderung pendiam, menjauhikan diri dari dunia luar, sering diliputi kekhawatiran serta agak tertutup. Sedangkan seorang ekstrovert merupakan individu yang ramah dalam pergaulan, banyak teman, sangat membutuhkan kebahagiaan, cenderung ceroboh, agresif, mudah marah, berubah-ubah, optimis, banyak bicara, menggampangkan masalah, dan mampu memimpin.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan tingkat kecemasan pada ibu menopause di Pedukuhan Daleman Bantul.
Metode: Penelitian merupakan penelitian deskriptif korelasi. Menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh ibu menopause yang ada di Pedukuhan Daleman. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala alat tes Eysenck Personality Inventory (EPI) untuk mengukur tipe kepribadian dan skala HARS (Hamilton Anxietas Rating Scale) untuk mengukur kecemasan. Uji statistik menggunakan Chi Square.
Hasil: Menunjukkan ada hubungan antara tipe kepribadian dengan tingkat kecemasan pada wanita menopause di Pedukuhan Daleman dengan χ² hitung sebesar 10,96 dan nilai sig. P sebesar 0,012 (< 0,05).
Kesimpulan: Ada hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan tingkat kecemasan pada wanita menopause di Pedukuhan Daleman.

Kata Kunci: Tipe Kepribadian Introvert dan Ekstrovert, Tingkat Kecemasan, Menopause.

Karya Tulis Ilmiah ini milik STIKES Alma Ata Yogyakarta, Anda dapat membacanya di perpustakaan STIKES Alma Ata Yogyakarta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Atau jika Anda ingin memperoleh soft copy full teksnya silahkan hubungi: stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda (ketentuan berlaku).

PERHATIAN : Pastikan Anda telah menuliskan nama dan alamat email Anda dengan benar.

h1

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN MOTIVASI IBU BALITA BERKUNJUNG KE POSYANDU “DADAP ORANGE” DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GONDOMANAN YOGYAKARTA

13 Juli 2014

INTISARI

Wirma Via Sartika

Latar Belakang: Dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal salah satu bentuknya adalah pelayanan kesehatan melalui Posyandu. Namun peran dan kinerja Posyandu sebagai unit pemantau tumbuh kembang anak akhir-akhir ini melemah karena kurangnya partisipasi ibu balita sehingga pemanfaatan Posyandu kurang maksimal. Untuk dapat memanfaatkan Posyandu secara optimal maka diperlukan motivasi dari ibu balita. Adapun faktor yang berhubungan dengan motivasi ibu balita diantaranya adalah dukungan suami.
Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan motivasi ibu balita berkunjung ke Posyandu “Dadap Orange” Gondomanan Yogyakarta.
Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian induktif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu balita yang hadir di Posyandu “Dadap Orange” pada bulan Februari 2013 yaitu sebanyak 43 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data primer dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Sedangkan uji statistik dilakukan dengan analisis data univariat (distribusi frekuensi kumulatif ) dan bivariat (Kendall’s tau).
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan motivasi ibu balita berkunjung ke Posyandu “Dadap Orange” di Wilayah Kerja Puskesmas Gondomanan Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan dari nilai sig. ρ sebesar 0,060 (> 0,05) dan nilai Kendall’s Tau sebesar 0,206.
Kesimpulan: Oleh karena motivasi ibu balita berkunjung ke Posyandu sudah baik, maka hal ini perlu dipertahankan. Sedangkan dukungan suami yang belum maksimal perlu ditingkatkan.

Kata Kunci: Dukungan Suami, Motivasi Ibu, Posyandu.

Karya Tulis Ilmiah ini milik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Anda dapat membacanya di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Atau jika Anda ingin memperoleh soft copy full teksnya silahkan hubungi: stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda (ketentuan berlaku).

PERHATIAN : Pastikan Anda telah menuliskan nama dan alamat email Anda dengan benar.

h1

HUBUNGAN KETERBUKAAN DIRI (SELF-DISCLOSURE) DENGAN INTERAKSI SOSIAL REMAJA DI SMA NEGERI 3 BANTUL

13 Juli 2014

INTISARI

NISSA

Latar Belakang: Berinteraksi sosial merupakan bagian yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia sehari-hari, begitu juga dengan remaja. Agar remaja mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, maka remaja membutuhkan keterampilan sosial. Salah satu aspek yang penting dalam keterampilan sosial adalah keterbukaan diri (self-disclosure).
Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keterbukaan diri (self-disclosure) dengan interaksi sosial remaja di SMA Negeri 3 Bantul.
Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini siswa kelas X SMA Negeri 3 Bantul pada bulan Juni 2013 yaitu sebanyak 62 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data primer dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Sedangkan uji statistik dilakukan dengan analisis data univariat (distribusi frekuensi kumulatif ) dan bivariat (Spearman Rank).
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara keterbukaan diri (self-disclosure) dengan interaksi sosial remaja di SMA Negeri 3 Bantul. Hal ini ditunjukkan dari nilai sig. ρ sebesar 0,804 (> 0,05) dan nilai korelasi Spearman sebesar 0,032.
Kesimpulan: Oleh karena interaksi sosial remaja sudah baik, maka hal ini perlu dipertahankan.

Kata Kunci: Keterbukaan Diri, Interaksi Sosial, Remaja.

Karya Tulis Ilmiah ini milik STIKES Aisyiyah Yogyakarta, Anda dapat membacanya di perpustakaan STIKES Aisyiyah Yogyakarta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Atau jika Anda ingin memperoleh soft copy full teksnya silahkan hubungi: stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda (ketentuan berlaku).

PERHATIAN : Pastikan Anda telah menuliskan nama dan alamat email Anda dengan benar.

h1

TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG PROGRAM KB PASCA PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEDANGSARI I GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA TAHUN 2013

13 Juli 2014

INTISARI

Yulia Kuswiranti

Latar Belakang: Berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, diperkirakan jumlah kelahiran di Indonesia sebesar 5 Juta jiwa per tahun dari Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 1,28%. Mengingat besarnya jumlah kelahiran penduduk, diperlukan upaya mengendalikan kelahiran melalui perencanaan keluarga dengan menggunakan kontrasepsi terutama setelah melahirkan.Tepat tidaknya seorang ibu menentukan alat kontrasepsi yang akan digunakan pasca salin nanti salah satunya bergantung pada tingkat pengetahuan ibu tentang program KB pasca persalinan. Dengan baiknya tingkat pengetahuan ibu diharapkan ibu dapat memilih dan menggunakan alat kontrasepsi pasca persalinan yang tepat berdasarkan pemikiran yang rasional dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensinya.
Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang KB pasca salin Wilayah Kerja Puskesmas Gedangsari I Gunungkidul Yogyakarta.
Metode: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Gedangsari I Gunungkidul Yogyakarta sebanyak 38 responden yang memenuhi kriteria inklusi pada bulan Agustus tahun 2013. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan rumus distribusi frekuensi kumulatif.
Hasil: Menunjukkan sebagian besar (65,8%) ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Gedangsari I memiliki tingkat pengetahuan tentang KB pasca persalinan dalam kategori cukup, 28,9% berada pada tingkat baik dan hanya 5,3% saja yang memiliki tingkat pengetahuan kurang.
Kesimpulan: Mayoritas (65,8%) ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Gedangsari I memiliki tingkat pengetahuan tentang KB pasca persalinan dalam kateori cukup.

Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, KB Pasca Persalinan, Ibu Hamil Trimester III.

Karya Tulis Ilmiah ini milik STIKES Alma Ata Yogyakarta, Anda dapat membacanya di perpustakaan STIKES Alma Ata Yogyakarta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Atau jika Anda ingin memperoleh soft copy full teksnya silahkan hubungi: stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda (ketentuan berlaku).

PERHATIAN : Pastikan Anda telah menuliskan nama dan alamat email Anda dengan benar.

 

h1

PERBEDAAN ANGKA KEJADIAN DIARE TIAP BULAN PADA BALITA DI PUSKESMAS MERGANGSAN DAN PUSKESMAS PLERET BANTUL PERIODE TAHUN 2013

13 Juli 2014

INTISARI

Puspita Dewi

Latar Belakang: Penyakit diare masih merupakan masalah global dengan derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara terutama di negara berkembang seperti Indonesia, dan sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia khusunya pada anak dibawah lima tahun. Pada usia ini anak banyak mengalami permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan pola makan. Padahal pada usia tersebut juga anak sangat aktif dan lebih rentan terhadap penyakit-penyakit infeksi terutama yang menyerang saluran pencernaan.
Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan angka kejadian diare pada balita di Puskesmas Mergangsan dan Puskesmas Pleret periode tahun 2011. Apakah ada perbedaan angka kejadian diare pada balita di Puskesmas Mergangsan dengan Puskesmas Pleret.
Metode: Penelitian merupakan penelitian induktif komparasi. Sampel penelitian adalah data angka kejadian penyakit diare di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta dan Puskesmas Pleret Bantul pada tahun 2011. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah buku catatan rekam medis/arsip laporan di Puskesmas . Uji statistik menggunakan rumus z.
Hasil: Menunjukkan tidak ada perbedaan antara angka kejadian diare pada balita di Puskesmas Mergangsan dengan angka kejadian diare pada balita di Puskesmas Pleret dengan z hitung sebesar 0,408 dimana z < z ½ (1-α) tabel (0,408 < 2,07).
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan bermakna antara angka kejadian diare pada balita di Puskesmas Mergangsan dengan angka kejadian diare pada balita di Puskesmas Jetis.

Kata Kunci: Angka Kejadian Diare pada Balita, Puskesmas Mergangsan, Puskesmas Pleret.

Karya Tulis Ilmiah ini milik STIKES Alma Ata Yogyakarta, Anda dapat membacanya di perpustakaan STIKES Alma Ata Yogyakarta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Atau jika Anda ingin memperoleh soft copy full teksnya silahkan hubungi: stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda (ketentuan berlaku).

PERHATIAN : Pastikan Anda telah menuliskan nama dan alamat email Anda dengan benar.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 171 pengikut lainnya.