Posts Tagged ‘motivasi’

h1

MOTIVASI BELAJAR DAN SUMBER-SUMBER INFORMASI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMUN 2 BANGUNTAPAN BANTUL

15 Juli 2009

ABSTRAKSI

Hariza Adnani dan Citra Widowati

Pada masa remaja terjadi perubahan fisik yang diantaranya adalah timbul proses perkembangan dan pematangan organ reproduksi. Seiring dengan proses perkembangan organ reproduksi pada remaja timbul juga perubahan secara psikologis, sehingga mengakibatkan perubahan sikap dan tingkah laku seperti; mulai memperhatikan penampilan diri, mulai tertarik dengan lawan jenis, berusaha menarik perhatian dan muncul perasaan cinta, yang kemudian akan timbul dorongan seksual (Imran, 2000). Tujuan umum penelitian adalah diketahuinya hubungan antara motivasi belajar dan sumber-sumber informasi tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja di SMUN 2 Banguntapan Bantul

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi yang di ambil adalah siswa SMU Negeri 2 Banguntapan, sedangkan jumlah sampel ditetapkan sebanyak 128  siswa. Pengambilan sampel dengan berstrata, proporsional dan acak (stratified proportional random sampling).

Hasil penelitian menunjukkan ; Ada hubungan antara motivasi belajar tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja dengan  nilai r hitung sebesar 0,792, ada hubungan antara sumber-sumber informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja dengan nilai r hitung sebesar 0,181, dan ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan sumber-sumber informasi tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja dengan nilai R hitung sebesar 0,796.

Keywords : motivasi, sumber-sumber informasi, perilaku seksual, remaja

h1

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN

8 Mei 2009

SRI POERWANINGSIH

ABSTRAKSI

Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit merupakan bentuk pelayanan yang diberikan kepada klien oleh suatu tim multidisiplin termasuk tim keperawatan. Tim keperawatan merupakan aggota tim kesehatan di garis terdepan yang menghadapi masalah kesehatan klien selama 24 jam secara terus menerus. Tim pelayanan keperawatan memberikan pelayanan kepada klien sesuai dengan keyakinan profesi dan standar yang ditetapkan. Hal ini ditujukan agar pelayanan keperawatan yang diberikan senantiasa merupakan pelayanan yang aman serta dapat memenuhi  kebutuhan dan harapan klien.

Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan karakteristik karyawan yaitu perawat dengan motivasi kerja perawat. Dengan menggunakan metode cross check mengumpulkan pendapat dari sejumlah 98 responden dengan cara menyebar kuesioner untuk mendapatkan deskripsi usia, jenis kelamin dan lama bekerja. Dengan menggunakan uji regresi kategorikal untuk membuktikan hipotesis bahwa ada pengaruh antara karakteristik perawat dengan motivasi kerja perawat.

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa di RSUD Kabupaten Sragen secara deskriptif sesuai sampel yang digunakan terdapat lebih banyak perawat dengan jenis kelamin perempuan. Sedangkan berdasarkan uji hipotesis ternyata karakteristik yang dihubungkan dengan motivasi terdapat pengaruh antara usia, dan jenis kelamin, sedangkan tingkat pendidikan dan lama bekerja dengan motivasi kerja tidak ada pengaruh yang signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa usia, dan jenis kelamin berpengaruh secara positip dan bermakna pada tingkat kemaknaan 0,05. Sedangkan tingkat pendidikan dan lama bekerja tidak berpengaruh pada motivasi kerja.

Saran yang dapat disampaikan bagi rumah sakit agar dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan, karena dengan motivasi kerja yang baik akan dapat meningkatkan kinerja yang pada akhirnya bagi pasien atau klien dapat mendapatkan kualitas pelayanan yang baik dengan motivasi yang baik juga.

Kata kunci: Karakteristik, Motivasi

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT DAERAH PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

5 Mei 2009

AFFIX RAGIL TRISNA EMA

ABSTRAKSI

Permasalahan yang diambil penulis dalam penelitian ini adalah komunikasi antar karyawan kurang baik, maka kepuasan kerja akan menurun. Dengan kata lain karyawan saling melempar tugasnya pada karyawan lain, akibatnya karyawan yang terbebani oleh pekerjaan tersebut menjadi kelelahan dan akan mengakibatkan motivasi kerja karyawan menurun.

Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental statistik dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan di Rumah Sakit Daerah Panembahan Senopati Bantul. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan metode yang digunakan adalah sistem accidental, dan subyek penelitian ini adalah karyawan di Rumah Sakit Daerah Panembahan Senopati Bantul tahun 2008. Jumlah populasi dalam penelitian adalah 354 karyawan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 185 karyawan.

Berdasarkan hasil analisa data di dapat nilai sig = 0,000 dan nilai α = 0,05.Hal ini menunjukkan bahwa kriteria pengujian 0,000 < 0,05 (sig < α) artinya bahwa ada pengaruh antara motivasi dengan kepuasan kerja karyawan di Rumah Sakit Daerah Panembahan Senopati Bantul.

Kata kunci      : motivasi, kepuasan kerja

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA DI RUMAH SAKIT JASA KARTINI TASIKMALAYA 2008

4 Mei 2009

MYKE AMALIA

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh dari perilaku kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan di Rumah Salit JAsa Kartini Tasikmalaya melalui motivasi sebagai variabel independen. Adapun salah satu manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar bobot nilai pengaruh penerapan perilaku kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan.

Data penelitian ini berupa data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner terhadap 147 karyawan Rumah Sakit Jasa KArtini Tasikmalaya. Teknik analisis yang dipakai adalah Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji T, Uji F,  Statistik Deskriptif, (Crosstab) dan uji Hipotesis dengan bantuan program komputer SPSS for windows 12,0.

Hasil dari pengujian data ini menunjukan pengaruh yang signifikan antara perilaku kepemimpinan partisipatif terhadap motivasi kerja karyawan. Persamaan regresi  Y = 7,092 +  0,259X1 + 0,493X2+ 0,694X3+ 0,043X4, nilai koefisien yang diperoleh yaitu 10,5%  sedangkan sisanya sebesar 89,5% dapat dipengaruhi atau di jelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dan hauji T diketahui bahwa  t hitung 2,955 mempunyai pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan dengan taraf signifikasi 5%.

Kata Kunci : Perilaku kepemimpinan, motivasi

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

PENGARUH LINGKUNGAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PERAWAT RAWAT INAP DI BADAN PENGELOLAAN RSUD KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2008

4 Mei 2009

Oleh : Nor Mustaqimah

ABSTRAK

Latar belakang: setting ruangan yang kurang mendukung, ruangan terlalu sempit, jarak antara pasien satu dengan yang lain terlalu dekat, lokasi rumah sakit yang dekat dengan rel kereta api menyebabkan tingkat kebisingan tinggi. Peralatan penunjang yang kurang mendukung, seperti kursi roda dan tiang infus yang digunakan oleh perawat sudah rusak. Pemberian reward dan insentif yang masih rendah, pelatihan yang terkesan hanya untuk orang-orang itu saja (untuk pegawai tetap) sedangkan untuk pegawai tidak tetap masih kurang. Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh lingkungan dan motivasi kerja terhadap produktivitas perawat rawat inap di BP RSUD Kabupaten Kebumen. Metode: penelitian survey bersifat asosiatif kausal dengan rancangan cross sectional dimana variabel-variabel yang termasuk faktor risiko (independen) dan variabel-variabel yang termasuk efek (dependen) diobservasi sekaligus pada waktu yang sama (Notoatmodjo, 2002). Populasi dari penelitian ini adalah 92 orang perawat berdasarkan daftar hadir PNS dan PTT BP RSUD Kabupaten Kebumen bulan Februari 2008, sedangkan sampel yang di ambil 83 orang menurut tabel dari Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 1 % (setelah dilakukan perhitungan dengan pembulatan keatas terdapat 84 orang). Teknik sampling menggunakan Probability Sampling dengan proportionate stratified random sampling.

Hasil: dari pengukuran lingkungan kerja (kebisingan) yang dilakukan oleh peneliti menggunakan Sound Level Meter yaitu tingkat kebisingan tertinggi 62, 6 dB yakni di ruang Teratai dan tingkat kebisingan terendah di ruang Mawar/ Peristi sebesar 35, 3 dB. Lingkungan kerja (kebisingan) di BP RSUD Kabupaten Kebumen adalah sedang, dibuktikan dari tujuh ruangan/ bangsal rawat inap yang di ukur dengan Sound Level Meter, empat ruangan masuk kategori sedang, dua ruangan masuk kategori tenang dan satu ruangan masuk dalam kategori kuat. Motivasi kerja perawat rawat inap di BP RSUD Kabupaten Kebumen adalah cukup, dibuktikan dari tujuh ruangan yang diteliti, lima ruangan masuk dalam kategori cukup dan dua ruangan masuk dalam kategori baik. Diketahui nilai t hitung untuk lingkungan X1 = – 2, 827 < – t tabel= – 1, 989, nilai t hitung untuk motivasi X2 = 2, 784 > t tabel = 1, 989 dan diketahui nilai F hitung = 8, 953 > F tabel = 3, 109, dan nilai signifikansinya = 0, 000 < dari α = 0,05.

Kesimpulan : Ada Pengaruh Lingkungan dan Motivasi Kerja terhadap Produktivitas Perawat Rawat Inap di BP RSUD Kabupaten Kebumen.

Kata kunci : lingkungan, motivasi, produktivitas

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP) DENGAN MOTIVASI PELAKSANAAN MPKP DI RUMAH SAKIT JIWA PUSAT BANGLI BALI

3 Mei 2009

Oleh: Ni Putu Susilyaningsih

ABSTRAKSI

Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) merupakan salah satu sistem pemberian asuhan keperawatan yang sedang dikembangkan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan meningkatkan profesionalitas rumah sakit, dalam hal ini perawat mempunyai peran penting. Diperlukan adanya pengetahuan dan motivasi perawat dalam pengembangan MPKP. Dengan adanya perbedaan tingkat pengetahuan perawat tentang MPKP tentunya motivasi dalam pelaksanaaan MPKP juga berbeda.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) dengan motivasi pelaksanaan MPKP di RSJP bangli Bali.

Metode yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan deskriptif analitik korelatif dilakukan pada 26 perawat di ruang MPKP RSJP Bangli Bali. Data diperoleh dari pengisian kuesioner oleh responden dan studi pendahuluan.

Pada penelitian ini didapatkan 12 (46,2%) perawat dengan tingkat pengetahuan tentang MPKP tinggi dan 15 (57,7%) perawat motivasinya dalam pelaksanaan MPKP tinggi. Hasil analisis dengan uji Kendal’s Tau diperoleh hasil correlation coefficient 0,853 dengan tingkat kemaknaan p<0,05 mendapatkan hasil pada kolom Sig 0,000.

Dari hasil uji statistik diambil kesimpulan bahwa ada hubungan yang positif antara tingkat pengetahuan perawat tentang Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) dengan motivasi pelaksanaan MPKP di RSJP Bangli Bali.

Kata kunci: MPKP, Pengetahuan, Motivasi.

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI DUSUN POLENGAN KELURAHAN BOKOHARJO KECAMATAN PRAMBANAN YOGYAKARTA

3 Mei 2009

Ni Made Aryastini

ABSTRAKSI

Latar Belakang: urvey yang dilakukan di Amerika  Serikat, ternyata negara tersebut mempunyai angka kehamilan remaja (usia 15-19 tahun) sebesar 95/1000 hal ini terjadi karena adanya seks bebas di negara tersebut. Demikian pula di Indonesia perilaku seksual pranikah semakin meningkat hal ini disebabkan karena beberapa faktor  diantaranya adalah adanya pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi serta adanya motivasi perilaku  seksual pranikah  yang tinggi.

Tujuan : Mengetahui bagaimana hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan motivasi terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja di Dusun Polengan Kelurahan Bokoharjo.

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Non Eksperimen dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja (usia 14-24 tahun ). Data diambil dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis Korelasi Product Moment

Hasil: Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai r hitung sebesar 0,538 Nilai signifikansinya dikonsultasikan dengan nilai F tabel diperoleh F hitung =9,573, F tabel = 3,19.Jadi nilai F hitung >F tabel sehingga dapat diinterpretasikan Ho ditolak dan Ha diterima ada hubungan antara ketiga variabel tersebut.

Kesimpulan : Ada hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan motivasi terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja di Dusun Polengan Kelurahan Bokoharjo Kecamatan Prambanan Yogyakarta

.

Kata Kunci : Pengetahuan, motivasi, perilaku seksual pranikah

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 168 pengikut lainnya.