Posts Tagged ‘perilaku empati perawat’

h1

HUBUNGAN PERSEPSI PERILAKU EMPATI PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS I DI RSUD WIROSABAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2008

8 Mei 2009

Oleh : Pita Ratna Galih

ABSTRAKSI

Latar Belakang pelayanan keperawatan di rumah sakit merupakan pelayanan yang paling sentral dan perlu mendapat perhatian, perawat berinteraksi dengan pasien dan keluarga selama 24 jam terutama di bagian rawat inap, disinilah perawat akan memberikan pelayanannya secara komprehensif, baik itu dari pelayanan fisik, psikologi, spiritual, sosial dan pendidikan kepada pasien. Maka dengan demikian pelayanan keperawatan akan dapat dirasakan lebih sempurna oleh pasien, jadi tidak hanya secara fisik saja mendapatkan perhatian perawat. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan memandang pasien sebagai pusat perhatian. Sikap dan tingkah laku dalam memberikan pelayanan keperawatan meliputi rasa empati, menghargai orang lain dan tenggang rasa. Perilaku empati merupakan salah satu sikap dalam hubungan therapeutic yang merupakan unsur yang sangat penting dalam proses yang berlangsung secara interpersonal. Hasil studi pendahuluan melalui observasi pada tanggal 14 Januari 2008 selama 2 hari ditemui 5 orang perawat yang bertugas di bangsal rawat inap kelasi 1. Hasilnya ketika ditemui dilapangan perawat tidak pernah memberikan komentar terhadap apa yang dirasakan pasien dan perawat tidak pernah menyebutkan penyebab apa yang pasien rasakan. Dengan empati akan membantu dalam mempererat hubungan antara perawat dan pasien sehingga menjadikan pasien merasa diperhatikan dan pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi perilaku empati perawat dengan kepuasan pasien rawat inap kelas I di RSUD Wirosaban Kota Yogyakarta.

Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien yang dirawat di kelas I RSUD Wirosaban Kota Yogyakarta. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling berjumlah 52 responden dengan pembagian kuesioner kepada pasien pada bulan Maret 2008. Analisis data dilakukan dengan korelasi product moment.

Hasil penelitian analisis korelasi menunjukkan bahwa variabel perilaku empati perawat memiliki hubungan signifikan dan positif terhadap kepuasan pasien rawat inap kelas I di RSUD Wirosaban Kota Yogyakarta. Angka koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,790 dengan tingkat signifikansi 5 %.

Kata Kunci : Persepsi pasien, perilaku empati perawat, kepuasan pasien,rawat inap.

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

HUBUNGAN PERSEPSI PERILAKU EMPATI PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS I DI RSUD WIROSABAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2008

5 Mei 2009

Oleh : Pita Ratna Galih

ABSTRAKSI

Latar Belakang pelayanan keperawatan di rumah sakit merupakan pelayanan yang paling sentral dan perlu mendapat perhatian, perawat berinteraksi dengan pasien dan keluarga selama 24 jam terutama di bagian rawat inap, disinilah perawat akan memberikan pelayanannya secara komprehensif, baik itu dari pelayanan fisik, psikologi, spiritual, sosial dan pendidikan kepada pasien. Maka dengan demikian pelayanan keperawatan akan dapat dirasakan lebih sempurna oleh pasien, jadi tidak hanya secara fisik saja mendapatkan perhatian perawat. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan memandang pasien sebagai pusat perhatian. Sikap dan tingkah laku dalam memberikan pelayanan keperawatan meliputi rasa empati, menghargai orang lain dan tenggang rasa. Perilaku empati merupakan salah satu sikap dalam hubungan therapeutic yang merupakan unsur yang sangat penting dalam proses yang berlangsung secara interpersonal. Hasil studi pendahuluan melalui observasi pada tanggal 14 Januari 2008 selama 2 hari ditemui 5 orang perawat yang bertugas di bangsal rawat inap kelasi 1. Hasilnya ketika ditemui dilapangan perawat tidak pernah memberikan komentar terhadap apa yang dirasakan pasien dan perawat tidak pernah menyebutkan penyebab apa yang pasien rasakan. Dengan empati akan membantu dalam mempererat hubungan antara perawat dan pasien sehingga menjadikan pasien merasa diperhatikan dan pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi perilaku empati perawat dengan kepuasan pasien rawat inap kelas I di RSUD Wirosaban Kota Yogyakarta.

Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien yang dirawat di kelas I RSUD Wirosaban Kota Yogyakarta. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling berjumlah 52 responden dengan pembagian kuesioner kepada pasien pada bulan Maret 2008. Analisis data dilakukan dengan korelasi product moment.

Hasil penelitian analisis korelasi menunjukkan bahwa variabel perilaku empati perawat memiliki hubungan signifikan dan positif terhadap kepuasan pasien rawat inap kelas I di RSUD Wirosaban Kota Yogyakarta. Angka koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,790 dengan tingkat signifikansi 5 %.

Kata Kunci : Persepsi pasien, perilaku empati perawat, kepuasan pasien,rawat inap.

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

HUBUNGAN PERSEPSI PERILAKU EMPATI PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS I DI RSUD WIROSABAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2008

1 Mei 2009

Oleh : Pita Ratna Galih

ABSTRAKSI

Latar Belakang pelayanan keperawatan di rumah sakit merupakan pelayanan yang paling sentral dan perlu mendapat perhatian, perawat berinteraksi dengan pasien dan keluarga selama 24 jam terutama di bagian rawat inap, disinilah perawat akan memberikan pelayanannya secara komprehensif, baik itu dari pelayanan fisik, psikologi, spiritual, sosial dan pendidikan kepada pasien. Maka dengan demikian pelayanan keperawatan akan dapat dirasakan lebih sempurna oleh pasien, jadi tidak hanya secara fisik saja mendapatkan perhatian perawat. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan memandang pasien sebagai pusat perhatian. Sikap dan tingkah laku dalam memberikan pelayanan keperawatan meliputi rasa empati, menghargai orang lain dan tenggang rasa. Perilaku empati merupakan salah satu sikap dalam hubungan therapeutic yang merupakan unsur yang sangat penting dalam proses yang berlangsung secara interpersonal. Hasil studi pendahuluan melalui observasi pada tanggal 14 Januari 2008 selama 2 hari ditemui 5 orang perawat yang bertugas di bangsal rawat inap kelasi 1. Hasilnya ketika ditemui dilapangan perawat tidak pernah memberikan komentar terhadap apa yang dirasakan pasien dan perawat tidak pernah menyebutkan penyebab apa yang pasien rasakan. Dengan empati akan membantu dalam mempererat hubungan antara perawat dan pasien sehingga menjadikan pasien merasa diperhatikan dan pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi perilaku empati perawat dengan kepuasan pasien rawat inap kelas I di RSUD Wirosaban Kota Yogyakarta.

Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien yang dirawat di kelas I RSUD Wirosaban Kota Yogyakarta. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling berjumlah 52 responden dengan pembagian kuesioner kepada pasien pada bulan Maret 2008. Analisis data dilakukan dengan korelasi product moment.

Hasil penelitian analisis korelasi menunjukkan bahwa variabel perilaku empati perawat memiliki hubungan signifikan dan positif terhadap kepuasan pasien rawat inap kelas I di RSUD Wirosaban Kota Yogyakarta. Angka koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,790 dengan tingkat signifikansi 5 %.

Kata Kunci : Persepsi pasien, perilaku empati perawat, kepuasan pasien,rawat inap
Ingin dapat lengkapnya hubungi :  stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 169 pengikut lainnya.