h1

PENGARUH DEMOGRAFI KOTA KLATEN TERHADAP TINGKAT KUNJUNGAN PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT CAKRA HUSADA KLATEN TAHUN 2007

1 Mei 2009

SRI REJEKI

A. Latar Belakang

Pada era Globalisasi sekarang ini yang diikuti dengan kemajuan teknologi  semakin berkembang pula penyakit yang diderita oleh manusia dikarenakan oleh banyak faktor antara lain dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang sehat karena masyarakat sekarang memilih yang sifatnya instan, hal tersebut di dikarenakan  pula polusi yang sekarang ini semakin banyak baik polusi udara, air, tanah, dan, suara yang kurang dapat diminimalisir oleh manusia bahkan sekarang adanya Global warning yang semakin menakutkan yang menyebabkan sekarang ini umur harapan hidup di Indonesia semakin rendah, tapi tidak sedikit pula mereka yang sadar akan hidup sehat seperti pada orang-orang yang mulai menjaga pola makan dan menerapkan pola hidup bersih dan mulai menjaga lingkungan sekitarnya termasuk pula mereka yang rajin ke rumah sakit untuk sekedar tahu tentang kesehatannya (cek-up) karena menurut mereka sehat itu mahal jadi lebih baik mencegah dari pada mengobati seperti dalam Undang-undang RI nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan pada bab 1 ayat 1,  yang mengatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis, maka sekarang ini orang pun berusaha untuk mencari status ekonomi yang lebih tinggi guna mendapatkan status kesehatan yang lebih tinggi pula dengan cara  mengantisipasi sebelum terjadi sakit (preventive) .

Dan semakin bertambah pula keinginan manusia untuk mendapatkan kepuasan termasuk dalam pelayanan kesehatan sesuai dengan apa yang orang tersebut inginkan, pada masa dahulu banyak orang berpikir Rumah Sakit adalah merupakan tempatnya orang yang sedang sakit dan tempat mendapatkan obat serta mencari kesembuhan saja tanpa melihat fasilitas dan pelayanan apa yang diberikan dari sebuah institusi Rumah Sakit, mereka hanya berpikir  kesembuhan dan tentunya hal tersebut disesuaikan dengan kemampuan financial yang mereka miliki tanpa memperhitungkan kenyamanan bagi yang sakit maupun bagi keluarga yang menunggu, namun sekarang berbeda kebanyakan orang sudah mulai sadar akan manfaat Rumah Sakit sesungguhnya dan minat orang pun berubah, kini pelayanan serta fasilitas pun dipandang masyarakat untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam mencari kesembuhan bagi orang yang status ekonominya menengah keatas guna mendapatkan kepuasan yang diinginkan.

Dan untuk mewujudkan tuntutan tersebut para pemilik, direktur serta para manajer Rumah Sakit berusaha untuk memperbaiki mutu kualitas layanan, fasilitas serta sumber daya manusia yang ada di Rumah Sakit tersebut dalam upaya mengikuti pasar yang ada saat ini, Pelaksaan manajemen di suatu Rumah Sakit termasuk juga pada bagian pemasaran harus secara jelas dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu, hal ini sesuai dengan kebutuhan yang terus berubah; bahwa tidak ada sesuatu hal pun yang dapat bertahan karena statis, apalagi era kemajuan informasi dan globalisasi telah merambah kesegala segi kehidupan  (Sabarguna 2004 : 78)

Berdasarkan PerMenKes No.4 Tahun 2000, RS Perjan yang berarti memperbolehkan pemilikan Rumah Sakit oleh badan hukum seperti PT atau CV, maka mulailah era bisnis dibidang Rumah Sakit yang ditandai dengan banyaknya Rumah Sakit swasta berdiri, dengan adanya hal tersebut maka kompetisi akan merupakan hal yang wajar ,apalagi dalam situasi globalisasi dan hancurnya komunisme (Sabarguna : 56). Dalam hal kompetisi yang dilakukan oleh Rumah Sakit dampaknya tidak dapat sama dengan usaha lainnya seperti hotel dan jasa lainnya hal tersebut dikarenakan posisi pasien sangat lemah yaitu (tidak tahu tentang jasa apa yang diberikan, ketidak sanggupan untuk menolak apa yang diberikan, hubungan antara dokter dan pasien seperti suasana aman yang diterima pasien) seperti yangdikemukakan oleh (Sulastomo, 1992)

Dalam mengembangkan sebuah Rumah Sakit maka seorang direktur maupun manajer Rumah Sakit harus mempunyai strategi pemasaran yang efektif dan efisien dalam menarik pasien dan dapat mengikuti perkembangan era globalisasi ini, karena Rumah Sakit merupakan organisasi nirlaba yang dikelola oleh lebih dari tiga macam jenis profesi yang kurang erat kaitan disiplin ilmunya antara dokter administrasi dan penyantun, pengelolaan ini sangat rumit karena kebutuhan dan misi Rumah Sakit, di satu pihak Rumah Sakit harus melayani sang pasien namun dilain pihak kegiatan oprasional yang pada dasarnya nirlaba ini harus mencapai titik surplus  tertentu agar jalanya Rumah Sakit dapat terjamin.

Sebuah Rumah Sakit  harus memperhitungkan berbagai segi untuk mencapai pasar dan mendapatkan pelanggan sesuai dengan daerah atau tempat dimana Rumah Sakit tersebut berdiri, seperti di Kota Klaten merupakan kota kecil dengan 26 kecamatan yang berpenduduk 1.293.242 juta jiwa yang mempunyai slogan Klaten Bersinar dan di Kota Klaten ini pada tiap tahunnya mengalami kenaikan baik dari kelahiran maupun dari adanya migrasi atau perpindahan penduduk dan menetap di kota Klaten dan lebih dari 75 % penduduknya merupakan penduduk dewasa, di kota klaten yang sejuk dan bertanah subur ini masyarakatnya tidak hanya menggunakan sebagai lahan pertanian saja sebagai pekerjaan sehari-hari masyarakatnya namun banyak pula yang bekerja diluar rumah seperti menjadi pedagang, karyawan swasta dan bahkan buruh, karena banyak pabrik – pabrik yang berdiri di Kota Klaten  dan banyak tempat – tempat wisata yang berada di Kota Klaten. (sumber: Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Klaten Tahun 2006) banyaknya kegiatan di luar rumah pada masyarakat Klaten menyebabkan  kesadaran masyarakat akan hidup sehat kurang.  Penduduk klaten tidak sedikit pula yang menduduki jabatan pegawai Pemerintah yang berpendidikan tinggi bahkan lebih dari 50% pegawai negeri Daerah Klaten adalah berpendidikan lanjutan atau perguruan tinggi (sumber: Civil Servant Bureu region Of klaten Regency) dengan jumlah kelahiran/ Natality tahun 2006 Adalah sebesar 11.701 dan Kematian/Mortality sebesar 8.034 baik laki-laki maupun perempuan, (sumber : BPS kabupaten Klaten ) dilihat dari berbagai segi tesebut maka warga Klaten pun lebih memilih untuk dirawat di Rumah Sakit Negeri yang menurut mereka lebih murah biayanya dibandingkan dengan Rumah Sakit swasta karena dianggap Rumah Sakit swasta merupakan Rumah Sakit yang elit dan mahal ( hanya untuk kalangan menengah keatas ) dari segi pelayanan, meskipun sebenarnya tidak seperti itu, hal tersebut dapat dilihat dari tabel dibawah ini yang menunjukkan kecilnya minat masyarakat untuk berobat ke Rumah Sakit swasta karena setiap tahunnya hanya mengalami sedikit peningkatan di bandingkan dengan kepadatan penduduk yang tiap tahun mengalami peningkatan yang cukup besar seperti di bawah ini.

Tabel 1.1

Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Inap dan Rawat Jalan

Rumah Sakit Cakra Husada Klaten

TAHUN

RANAP

RAJAL

2003

2279

6529

2004

2157

6970

2005

2407

7027

2006

2029

5943

2007

3473

12.266

Sumber: Data RS Cakra Husada Klaten (2008)

Berdasarkan tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa jumlah kunjungan pasien rawat inap Rumah Sakit Cakra Husada Klaten cenderung mengalami pasang surut dari tahun ke tahun.  Pada tahun 2004 berjumlah 2157 pasien menurun dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada tahun 2003 yang berjumlah 2279 pasien.  Setelah Rumah Sakit Cakra Husada melakukan pembangunan fasilitas ruang/bangsal inap pada tahun 2004 dan juga peningkatan pada sistem pelayanannya, kunjungan pasien meningkat pada tahun 2005 yaitu sejumlah 2407 pasien.  Tetapi mengalami penurunan kembali pada tahun 2006 yang berjumlah 2029 pasien sedangkan pada kunjungan pasien rawat inap di tahun 2007 mengalami kenaikan yang cukup berarti yaitu berjumlah 3473 orang pasien.

Rumah Sakit Cakra Husada adalah merupakan salah satu Rumah Sakit swasta tipe “D” (pratama) yang berada di Kota Klaten tepatnya berada di Jl. Merbabu No.07 Klaten, dahulunya Rumah Sakit Cakra Husada ini merupakan poliklinik THT yang berdiri 24 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 24 februari 1984  dan sekarang Rumah Sakit ini semakin berkembang dan dalam mengikuti pangsa pasar Rumah Sakit Cakra Husada ini berusaha memperbaiki fasilitas serta pelayanan yang ada, yang sekarang ini sudah menjadi Rumah Sakit umum dan sudah mempunyai 8 Dokter spesialis, 5 dokter umum atau dokter jaga dan beberapa dokter kerjasama atau rujukan, serta karyawan sebanyak 136 (termasuk paramedik, penunjang medis dan non medis) dan Rumah Sakit ini berusaha memberikan yang terbaik bagi kepuasaan pasien karena Rumah Sakit Cakra Husada menganggap penting manusia sebagai sumber daya yang harus diberdayakan secara profesional dengan Mottonya “Menangani dengan cepat dan tepat” dengan adanya kemajuan dan tuntutan dalam bidang kesehatan hingga sampai saat ini, Rumah Sakit Cakra Husada Klaten mempunyai fasilitas sebagai berikut: dengan jumlah tempat tidur yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu berjumlah 71 tempat tidur yang dibagi menjadi beberapa kelas antara lain VVIP,VIP,I,II,III, dan terdiri dari :

  1. Bangsal Anggrek          : 6 kamar dengan 6 tempat tidur
  2. Bangsal Arundati          : 8 kamar dengan 8 tempat tidur
  3. Bangsal Kusuma           : 4 kamar dengan 4 tempat tidur
    1. Bangsal Kenanga          : 2 kamar dengan 3 tempat tidur
  4. Bangsal Mawar            : 4 kamar dengan 4 tempat tidur
  5. Bangsal Nivedita           : 8 kamar dengan 13 tempat tidur
  6. Bangsal Sawitri : 20 kamar dengan 29 tempat tidur
  7. Bangsal Wijaya : 2 kamar dengan 4 tempat tidur

Dengan adanya peningkatan penduduk di suatu daerah dan adanya persaingan di dunia kesehatan menuntut sebuah mutu  pelayanan yang baik dan berkualitas, adanya tuntutan dan tantangan ini memaksa sebuah instansi kesehatan termasuk Rumah Sakit untuk mengembangkan segala kemampuannya dalam berbagai aspek salah satunya adalah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang merupakan aset utama yang harus dikelola oleh Rumah Sakit secara optimal.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut, maka penulis dapat merumukan masalah yang dikemukakan”Bagaimana Pengaruh Faktor-faktor  Demografi Kota Klaten Terhadap Tingkat Kunjungan Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Cakra Husada Klaten tahun 2007”

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Diketahuinya  pengaruh faktor-faktor Demografi  kota klaten    terhadap tingkat kunjungan pasien rawat inap.

2. Tujuan Khusus

  1. Diketahuinya pengaruh faktor-faktor Demografi Jumlah Penduduk  terhadap tingkat kunjungan pasien rawat inap.
  2. Diketahuinya pengaruh faktor-faktor Demografi Fertilitas/kelahiran terhadap tingkat kunjungan pasien rawat inap.
  3. Diketahuinya Pengaruh faktor-faktor Demografi Mortalitas/kematian terhadap tingkat kunjungan pasien rawat inap .
  4. Diketahunya Pengaruh faktor-faktor Demografi Pekerjaan terhadap tingkat kunjungan pasien rawat inap.

D. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Rumah Sakit

Dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan bagian pemasaran Rumah Sakit dalam menentukan segmen pasar yang tepat, dan dapat di gunakan pula bagian Administasi keuangan dalam memberi kebijakan tarif, dan sebagai bahan pertimbangan bagian LitBang (penelitian dan pengembangan) dalam usaha peningkatan kualitas pelayanan dalam program peningkatan kunjungan pasien.

2.  Bagi Pembaca

  1. Menambah pengetahuan dan wawasan bagi masyarakat umum.
  2. Sebagai penyedia informasi bagi masyarakat mengenai faktor-faktor demografi kota Katen apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat kunjungan pasien.
  3. Menambah informasi dan sumber referensi yang mendukung bagi peneliti-peneliti lain yang melakukan penelitian serupa.

3.   Bagi Peneliti

  1. Mengaplikasikan teori-teori yang diperoleh dari perkuliahan pada penelitian di Rumah Sakit.
  2. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang manajemen pemasaran Rumah Sakit.

4.   Bagi Instansi Pendidikan

  1. Menambah referensi dibidang kepustakaan.
    1. Sebagai referensi untuk melakukan penelitian lanjutan.

E. Batasan Masalah

Variabel yang diteliti adalah Faktor Demografi yang dapat dilihat dari dimensi: jumlah penduduk, fertilitas/kelahiran, mortalitas/kematian dan pekerjaan  sedangkan Tingkat kunjungan pasien dapat dilihat dari dimensi : kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan Rumah Sakit sehingga pasien merasa aman dan nyaman dirawat di Rumah Sakit Cakra Husada klaten dan mempunyai keinginan untuk kembali jika mengalami kesakitan lagi.

F. Keaslian Penelitian

Judul Penulis Hasil Persamaan Perbedaan
Profil Demografi dan kepuasan pasien terhadap pelayanan poliklinik Geriatri RSUP Sarjito Yogyakarta. Sutrisno Heru Nugroho (2000) Menunjukkan profil demografi dan pasien terhadap pelayanan poliklinik Geriatri adalah positif dan kuat Menggunakan rancangan Cross section, menggunakan profil demografi Variabel penelitian dan lokasi penelitian
Hubungan Bauran Pemasaran dengan Kunjungan Pasien di poliklinik Gigi dan Mulut Rumah Sakit Ananda Bekasi Farida Dian Andhawati  (2002) Bauran pemasaran (price, product, people, place, promotion, psysical evidence, process) memiliki hubungan yang positif Variabel Dependen yaitu menggunakan data tingkat kunjungan pasien Lokasi penelitian dan metode penelitian

Ingin dapat lengkapnya hubungi :  stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: