h1

HUBUNGAN PENDAMPINGAN SUAMI DENGAN KELANCARAN PROSES PERSALINAN KALA I DI BIDAN DELIMA GENENG

10 Mei 2009

ANIS HANDONOWATI

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan AKI negara- negara ASEAN lainnya. Berbagai faktor yang terkait dengan resiko terjadinya komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan dan cara pencegahannya telah diketahui, namun demikian umlah kematian ibu dan bayi masih tetap tinggi. Diperkirakan terjadi 5 juta persalinan setiap tahunnya. Dua puluh ribu diantaranya berakhir dengan kematian akibat sebab-sebab yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan (Rencana Strategis Nasional: MPS, 2001).

Dukungan psikologi dan perhatian akan memberi dampak tehadap pola kehidupan sosial keharmonisan, penghargaan, pengorbanan, kasih sayang dan empati pada wanita hamil dan dari aspek teknis, dapat mengurangi aspek sumber daya misalnya: tenaga ahli, cara penyelesaian persainan normal, akselerasi, kendali nyeri dan asuhan neonatal (Saiffudin, 2001).

Lebih dari separuh (104,6 juta orang) dari total penduduk Indonesia (208,2 juta orang) adalah perempuan. Namun kualitas hidup perempuan jauh tertinggal dibandingkan laki- laki (UNICEF, 2000).

Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan, preeklamsi/ eklamsia dan infeksi. Selain itu data dan informasi kesenjangan gender di indonesia (2001) disebut bahwa permasalahan: kesehatan reproduksi masih diwarnai oleh adanya kesenjangan gender terutama dalam perawatan kehamilan yang belum memadai dan adanya 4 terlalu yaitu terlalu muda (< 20 tahun), terlalu tua (> 35 tahun), terlalu dekat jarak kehamilan (< 2 tahun) dan terlalu banyak anak (> 3 orang), (Depkes RI 2000).

Kehamilan dapat terjaga dan terawat sampai persalinan, sangat dibutuhkan partisipasi suami yang dibutuhkan antara lain : (1) Memberikan perhatian dan kasih sayang kepada istri, (2) Mendorong dan mengantar istri untuk memeriksakan kehamilan kesehatan terdekat minimal 4 kali selama kehamilan, (3) Memenuhi gizi bagi istrinya agar tidak terjadi kekurangan gizi (BKKBN, 2000)

Menurut Menteri Negara Pendayagunaan Perempuan (MENEEPP), membantu para ibu menurunkan tingkat kematian, karena kehamilan dan melahirkan suatu peristiwa yang menyedihkan yang sesungguhnya bisa dicegah dan tidak perlu terjadi (Pelita, 2000).

Kehadiran suami merupakan salah satu dukungan moral yang dibutuhkan, karena pada saat ini ibu sedang mengalami stress yang berat sekali. Walaupun faktor tunggal terbesar yang dapat memodifikasi proses persalinan dan kelahiran dalam kebudayaan kita adalah para personil medis serta situasinya. Dimana hal ini dapat berpengaruh besar terhadap bentuk kecemasan dan depresi yang dirasakan ibu selama dan sesudah persalinan (Pelita, 2002).

Tindakan aborsi yang tidak aman juga memberikan kontribusi dalam kematian maternal. Hasil studi oleh POGI dan Depkes RI (2000) diperkirakan terdapat 2,3 juta tindakan aborsi setiap tahun di Indonesia dan 600 ribu kasus merupakan kehamilan yang tidak diinginkan  karena hamil sebelum nikah, kegagalan kontrasepsi dan korban perkosaan.

Dalam rangka menurunkan AKI di Indonesia, pada tahun 2000 pemerintah merancangkan Making Pregnensi Safer (MPS) yang merupakan strategi sektor kesehatan secara terfokus pada pendekatan dan perencanaan yang sistematis dan terpadu. Salah satu strategi MPS adalah mendorong pemberdayaan perempuan dan keluarga. Output yang diharapkan dari strategi tersebut adalah menetapkan keterlibatan suami dalam mempromosikan kesehatan ibu dan meningkatkan peran aktif keluarga dalam kehamilan dan persalinan (Depkes RI, 2001).

Walaupun secara kondisi suami tidak dapat melahirkan, tetapi tetap memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dengan istri dalam kesehatan reproduksi khususnya kesehatan ibu dan anak (MNPP, 2001). Pada kenyataannya di Indonesia masih terjadi permasalahan adanya ketimpangan gender baik dalam akses informasi maupun peran sehingga masih adanya anggapan bahwa kesehatan reproduksi adalah urusan perempuan. Selama ini pendampingan suami dalam proses persalinan dianggap aneh bahkan cenderung suami tidak ingin tahu bagaimana penderitaan istri yang sedang berjuang dengan penuh resiko dalam menghadapi persalinan.

Dalam pertolongan persalinan sebagian besar masih dilakukan oleh tenaga tidak profesional dan rendahnya partisipasi suami sehingga masih didapatkan adanya 3 perlambat yaitu (1) terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan di tingkat keluarga, (2) terlambat mencapai tempat pelayanan kesehatan dan (3) terlambat memperoleh penanganan medis yang memadai di tempat pelayanan kesehatan. Hal ini juga di sebabkan keputusan terhadap hak- hak reproduksi.

Adanya perubahan pandangan bahwa keterlibatan suami akan memberi kontribusi positif dalam peningkatan ibu dan anak. Dalam MPS dinyatakan pendekatan dalam meningkatkan partisipasi suami dalam kesehatan reproduksi adalah membekali suami dengan informasi dan mengikut sertakan suami dalam setiap upaya meningkatan kesehatan reproduksi. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan suami dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak adalah mendampingi istri selama proses persalinan dan mendukung upaya rujukan bila diperlukan.

Menurut Manuaba (1998) kondisi kejiwaan ibu hamil dan bersalin dapat mengalami beberapa perubahan. Menjelang persalinan sebagian besar ibu hamil merasa takut menghadapi persalinannya apalagi untuk yang pertama kali. Kehadiran keluarga terutama suami, asalkan disetujui istri dan fasilitas memungkinkan, dapat diijinkan pada kala I dan II.

Penelitian yang dilakukan oleh Khoiruddin (1998) mengungkapkan bahwa terdapat 13, 6 % ibu yang mengalami keguguran dan 4, 6 % yang mengalami proses melahirkan anak yang sulit karena diperlakukan kasar oleh suami selama proses kehamilan. Gerakan sayang Ibu (GSI) sangat diperlukan karena target penurunan AKI merupakan komitmen nasional dan Internasional, serta merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan di pusat maupun di daerah (GSI, 1996)

Gerakan sayang ibu memiliki 5 ciri- ciri utama diantaranya adalah “ kepedulian dan peran kaum pria meningkat “. Menurut Cholil (1996), peran aktif kaum pria menempati posisi penting dalam mempercepat penurunan AKI. Hal ini didukung oleh berbagai penemuan hasil penelitian tentang ciri- ciri ibu yang mengalami kematian peran suami dan kaum pria.

Berdasarkan paparan diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pendampingan suami terhadap dengan kelancaran proses persalinan kala I di Bidan Delima Geneng, mengenai lama tidaknya proses persalinan kala I yang didampingi suami. Pemilihan sampel pada ibu-ibu bersalin yang ada di Bidan Delima, dimana ibu-ibu bersalin tersebut sangat membutuhkan dukungan terutama orang terdekatnya yaitu suami. Karena dengan proses persalinan kala I tersebut dapat menimbulkan rasa cemas dan takut.

Pada studi pendahuluan didapat pada tanggal 14 Oktober 2007 informasi bahwa Bidan Delima Geneng sebagai sarana pelayanan kesehatan dalam bidang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi yang mengarah pada visi dan misinya yaitu: Visi; Meningkatkan kwalitas pelayanan untuk memberikan pelayanan yang terbaik agar dapat memenuhi keinginan masyarakat, Misinya yaitu: Bidan Delima adalah bidan praktek swasta yang mampu memberikan pelayanan yang berkualitas terbaik dalam bidang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, bersahabat dan peduli terhadap kepentingan pelanggan serta memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggan”. Untuk mewujutkan Visi dan Misi tersebut salah satu kebijakan yang dikembangkan dalam pelayanan yang mendukung GSI adalah mengupayakan persalinan yang di dampingin suami atau keluarga selama proses persalinan.

Berdasarkan Visi dan Misi yang ada diatas dan belum pernah dilakukan penelitian tentang manfaat pendampingan suami dalam proses persalinan di Bidan Delima Geneng. Pada kesempatan ini peneliti ingin meneliti tentang hubungan pendampingan suami dengan kelancaran proses persalinan kala I disana muncul masalah yang dijumpai bahwa pendampingan suami lebih cepet daripada yang tidak didampingin suami pada waktu proses persalinan kala I pada fase aktif.

Jumlah kelahiran di Bidan Delima Geneng tahun 2005 sebanyak 3069 kelahiran hidup. Keseluruhan kelahiran tersebut terdiri dari 1015 tindakan seksio sesarea, 881 tindakan vakum ekstraksi dan 235 persalinan spontan. Besarnya kunjungan hamil sebanyak 4.450 kunjungan. Studi pendahuluan ini di dapat pada tanggal 14 Oktober 2007.
Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

10 komentar

  1. Saya tertarik untuk mengetahui proses penelitian dan hasil akhirnya, boleh dong dikirim file lengkapnya ke email saya, khususnya tentang pendampingan suami dengan kelancaran proses persalinan kala 1 di Bidan Delima Geneng. mks


  2. Bagai mana caranya untuk mendapatkan file lengkap tentang Hubungan Pendampingan Suami Dengan Kelancaran Proses Persalinan Kala I di Bidan Delima ??


  3. saya tertarik dengan tulisan anda, tolong dunk saya dikirim full teksnya,, trimekasih.


  4. saya mau downlod full teks..

    kirim k email saya y
    tq.


  5. asslm..saya minta file yang lengkap tentang pengaruh pendampingan suami saat persalinan terhadap kelancaran persalinan di RS khusus ibu dan anak PKU Muhammadiyah Bantul..thankx


  6. asslm..saya minta file yang lengkap tentang pengaruh pendampingan suami saat persalinan terhadap kelancaran persalinan di RS PKU Muhammadiyah Bantul..thankx


  7. saya minta file yang lengkap tentang pengaruh pendampingan suami saat persalinan terhadap kelancaran persalinan di RS Khusus ibu dan anak PKU Muhammadiyah Bantul..thankx


  8. tolong saya meminta untuk kajian teoritisnya, sebelum dan sesudahnya terimakasih


  9. saya tertarik n penasaran dgn judul ini,,tlg donk file lengkapnya di kirim ke email saya,,
    mksh,,


  10. Bagaimana caranya mendapat file yang lengkap tentang Hubungan Pendampingan Suami Dengan Kelancaran Proses Persalinan Kala I di Bidan Delima Geneng ??



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: