Archive for Juli, 2009

h1

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 3-5 TAHUN DI YK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL REJOSARI, LOROG, TAWANGSARI, SUKOHARJO JAWA TENGAH

15 Juli 2009

INTISARI

Puji Lestari

Anak merupakan generasi penerus bangsa, kalau anak-anak sehat maka bangsa pun akan sehat dan sejahtera. Kita semua menaruh harapan agar anak dapat tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya, sehingga nantinya akan menjadi orang dewasa yang sehat fisik, mental, dan sosial sehingga dapat mencapai produktivitas sesuai dengan kemampuannya. Tetapi masalah status gizi sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan pada bulan  Februari ada beberapa siswa yang status gizinya baik tetapi tumbuh kembangnya tidak normal begitu sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar hubungan status gizi dengan tumbuh kembang anak.

Jenis penelitian ini adalh deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah siswa nol kecil tahun ajaran 2006/2007 TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rejosari, Lorog, Tawangsari, Sukoharjo. Besarnya sample yang diambil adalah 27 orang. Data dianalisis secara univariat yaitu analisis tiap-tiap variabel penelitian dengan menggunakan program SPSS

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,5 % responden tumbuh kembangnya normal dan terdapat hubungan status gizi dengan tumbuh kembang anak sebesar 0,770 atau sebesar 59,2% status gizi mempengaruhi tumbuh kembang anak, sedangkan 40,8% dipengaruhi oleh faktor lain.

Kata kunci : status gizi, tumbuh kembang, usia 3-5 tahun

Iklan
h1

PENGARUH MANDI RENDAM PADA BAYI BARU LAHIR TERHADAP KEJADIAN HIPOTERMI DI BIDAN DIDIEN GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA

15 Juli 2009

INTISARI

Yusna Rifani

Hipotermi merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada neonatal. Menurut laporan LB3 Dinkes Subdinbindal Yogyakarta 2003 angka kematian bayi sebesar 281 dari 23,53/1000 kelahiran hidup. Saat ini telah dikembangkan tindakan untuk mencegah hipotermi pada neonatal yaitu dengan menunda memandikan sampai suhu tubuh stabil. Namun masih ada beberapa Rumah Sakit ataupun Bidan yang menggunakan prosedur memandikan neonatal dengan mandi rendam.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mandi rendam pada neonatal terhadap kejadian hipotermi. Tempat penelitian dilakukan di Bidan Didien Godean, Sleman, Yogyakarta dan dilaksanakan pada bulan November – Desember 2007. Populasi yang digunakan adalah setiap bayi baru lahir secara spontan, bayi lahir cukup bulan dan berat badan lahir lebih atau sama dengan 2500 gram sebanyak 37 responden. Sampel yang diambil sebanyak 30 responden dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 15 responden kelompok eksperiment dan 15 responden kelompok kontrol serta sesuai dengan kriteria yaitu bayi baru lahir spontan, bayi lahir cukup bulan dan berat badan lahir lebih atau sama dengan 2500 gram.

Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain penelitian eksperiment semu (Quasy experiment) dengan menggunakan instrumen lembar observasi untuk mencatat hasil pengukuran suhu tubuh bayi baru lahir dan termometer suhu tubuh. Di uji dengan menggunakan uji Paired test.

Hasil penelitian diperoleh bahwa ada perbedaan antara kelompok eksperiment dan kelompok kontrol terhadap kejadian hipotermi. Akan tetapi perbedaan tersebut tidak sebanyak pada kelompok eksperiment. Pada bayi baru lahir mandi rendam sesudah dikeringkan dengan nilai p= 0,000 (p<0,05), 1 jam pertama sesudah mandi rendam p= 0,010 (p<0,05); 2 jam pertama sesudah mandi rendam p= 0,025 (p<0,05); 3 jam pertama sesudah mandi rendam p= 0,014 (p<0,05) maka Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terhadap kejadian hipotermi pada bayi baru lahir dengan mandi rendam.

Kata kunci : neonatal, hipotermia, mandi rendam.

h1

PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP LAMANYA PROSES PERSALINAN DI KLINIK BIDAN PRAKTEK NY. ENDANG PURWATI Am. Keb MERGANGSAN YOGYAKARTA

15 Juli 2009

INTISARI

Yus Susahana Hilal

Senam hamil teratur adalah senam hamil yang dilakukan satu minggu sekali dibawah bimbingan instruktur. Senam hamil perlu dilakukan oleh ibu hamil mulai umur kehamilan 20 minggu untuk mempersiapkan fisik dalam proses kehamilan dan persalinan.

Adapun tujuan ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap lamanya proses persalinan di Klinik Bidan Praktek Swasta Ny. Endang Purwati AM.Keb Mergangsan Yogyakarta.

Metode penelitian ini dengan menggunakan penelitian eksperimen, dukumentasi dengan rancangan Case Control. Populasi penelitian berjumplah 150 responden dan subyek penelitian berjumlah 60. 30 responden diberikan perlakuan senam hamil dan 30 responden tidak senam hamil. Penentuan sampel dengan menggunakan sampel rondom sampling. Uji analisa statistik yang digunakan adalah dengan rumus t Test. Setelah diuji hasilnya nilai X² hit = -18,372; sedangkan p = 0,005.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesa diterima dan ada pengaruh antara senam hamil terhadap lamanya proses persalinan.

Kata Kunci : Senam hamil, lamanya proses persalinan

h1

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN DI DUKUH BEKANGAN SEMBUNGAN NOGOSARI BOYOLALI JAWA TENGAH

15 Juli 2009

INTI SARI

Yunita Tri Wardani

Latar belakang : Salah satu proses perkembangan anak adalah pekembangan anak karena merupakan awal dari kecerdasan dan emosi sosialnya. Tumbuh kembang anak terdiri dari beberapa tahapan dimana setiap tahapan mempunyai ciri tersendiri salah satunya adalah usia prasekolah. Peran seorang ibu khususnya sangat penting dalam menentukan perkembangan anak, sehingga ibu harus memiliki pengetahuan tentang stimulasi perkembangan anak.

Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan anak dengan perkembangan anak usia 3 – 5 tahun.

Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen yang bersifat deskriptif analitik, dengan menggunakan pendekatan cross sectional .Jumlah sampel ada 30 responden (pasangan ibu dan anak dengan usia 3-5 tahun) yang telah memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh dari kuesioner untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan anak dan tes skrining pekembangan menurut Denver II untuk mengetahui perkembangannya. Data dianalisa secara statistik dengan menggunakan uji Spearman  Rho.

Hasil penelitian : Dari 30 responden ditunjukkan bahwa 16 responden (53,33%) memiliki pengetahuan baik dan 23 anak (76,67%) dalam kategori perkembangan psikomotornya normal. Berdasarkan cross tabel diperoleh hasil pengetahuan baik dan memiliki anak dengan perkembangan psikomotornya normal adalah sebesar (53,33%). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan anak dengan perkembangan anak dengan usia 3-5 tahun ditunjukkan dalam uji statistik rhit = 0,667 dengan taraf signifikan p =0,01.

Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan anak dengan perkembangan anak usia 3-5 tahun.

Kata kunci : Pengetahuan Ibu, Stimulasi, Perkembangan anak

h1

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN SUAMI TENTANG PERAWATAN KEHAMILAN DENGAN PARTISIPASI SUAMI DALAM PERAWATAN KEHAMILANI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA

15 Juli 2009

INTISARI

Yuki Octavia Rachman

Latar Belakang : AKI dan AKB merupakan salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat. Di Indonesia AKI dan AKB masih terbilang sangat tinggi, jika dibandingkan dengan negara lain yang ada di ASEAN. Hal ini, menempatkan upaya penurunan AKI maupun AKB sebagai program prioritas. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya AKI danAKB di Indonesia adalah pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan yang masih tergolong rendah.

Tujuan : Dengan adanya hal tersebut diatas, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan dengan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan. Penelitian ini, telah dilakukan pada tanggal 2 – 14 Juli 2007 di wilayah kerja Puskesmas Purbalingga Kabupaten Purbalingga.

Jenis Penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan Cross sectional dimana pengukuran variabel dilakukan satu kali. Pengambilan sampel secara nonprobability sampling tipe accidental dengan jumlah 30 sampel dan pengambilan data menggunakan kuesioner dan uji statistik spearmen rho (ρ) dengan taraf signifikansi 0,05.

Hasil dan Kesimpulan : Penelitian menunjukan bahwa dari uji spearmen rho (ρ) didapatkan hubungan antara pengetahuan dengan partisipasi dengan taraf signifikansi 0,05; df= 4; dan nilai koefisien korelasi 0,444 dimana pengetahuan suami didapatkan hasil yang cukup dengan  partisipasi yang kurang optimal. Dari hasil tersebut diambil kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan. Dapat dijelaskan pula bahwa semakin tinggi pengetahuan semakin optimal pula partisipasinya.

Kata kunci : AKI dan AKB, Pengetahuan dan partisipasi suami, Perawatan kehamilan.

h1

HUBUNGAN POLA PERAWATAN PADA ANAK TUBERKULOSIS PARU PRIMER DENGAN LAMA PENYEMBUHAN PADA ANAK USIA 1-6 TAHUN DI DESA CIBUNTU CIBITUNG BEKASI

15 Juli 2009

INTISARI

Yomah Yuliana

Latar Belakang: Pola perawatan orang tua terhadap anak TB Paru primer dapat mendukung masa penyembuhan pasien, yang meliputi: lingkungan perumahan,pemantauan pengobatan, pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemenuhan istirahat, perawatan masalah khusus pada gangguan pernafasan dan pemenuhan rasa nyaman (Ngatsiyah, 2003). Menurut Bahar 2001, pengobatan pasien TB dalam jangka waktu yang panjang dan telah melebihi masa penyembuhan yang semestinya (6-9 bulan) akan memerlukan biaya yang lebih banyak, dengan ditemukannya rifampisin terjadi semacam”minirevolusi” dalam kemo terapi terhadap tuberculosis, karena jangka waktu pengobatan dapat dipersingkat menjadi 6-9 bulan.

Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pola perawatan pada anak TB Paru primer dengan lama penyembuhan pada anak usia 1-6 tahun di desa Cibuntu, Cibitung, Bekasi.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen yang bersifat deskriptif. Dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilakukan di desa Cibuntu, Cibitung, Bekasi. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampel jenuh dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang terdiri dari ibu-ibu yang anaknya menderita TB Paru primerdan berusia 1-6 tahun. Pengambilan data dilakukan antara bulan Agustus sampai September 2007 dengan menggunakan kuesioner dan data dari identitas penderita. Analisa data dengan menggunakan koefsien biserial.

Hasil dan Pembahasan: Hasil hipotesis diperoleh koefisien korelasi sebesar r= 0,898 dengan taraf signifikan 0,05 hal ini menunjukkan hubungan antara pola perawatan pada anak TB Paru primer dengan lama penyemuhan usia 1-6 tahun.

Kesimpulan: Semakin baik pola perawatan ibu pada anak TB Paru primer maka semakin cepat proses penyembuhannya.

Kata kunci: Pola perawatan, lama penyembuhan, anak usia 1-6 tahun.

h1

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA HIPERTENSI DENGAN SIKAP MENJALANI DIET HIPERTENSI DI PUSKESMAS NGAWEN I KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROPINSI D.I.Y

15 Juli 2009

INTISARI

Yosephine Mardiyati

Latar Belakang : Puskesmas Ngawen I didapatkan bahwa penyakit hipertensi menempati urutan empat (4) dari sepuluh besar penyakit tahun 2006 dengan jumlah kasus 1.151 kasus dari 21.254 kunjungan (5,4%), sedangkan tingkat pengetahuan penduduk sebagian besar (54,5%) masih kurang.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan tingkat pengetahuan penderita hipertensi dengan sikap dalam menjalani diet hipertensi.

Metode : Jenis peneiitiali ini adalah deskriptif analitik. Wawancara dilakukan pada 30 responden sebagai sampel yang menderita hipertensi dan pernah berkonsultasi gizi tentang diet hipertensi. Subyek ditarik dari populasi dengan cara Purposive Sampling. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang tingkat pengetahuan penderita hipertensi dan sikap dalam menjalani diet hipertensi.

Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukan bahwa masih terdapat 10,0% penderita hipertensi yang mempunyai sikap yang buruk dalam menjalani . diet hipertensi, hal ini tidak terlepas dari faktor pengetahuan penderita hipertensi. Pengujian hubungan dengan Spearmans rho mentmjukan bahwa tingkat pengetahuan penderita hipertensi mempunyai hubungan dengan sikap dalam menjalani diet hipertensi ( P= 0,000 < α = 0,05 ).

Kesimpulan : Berbagai faktor yang mempengaruhi sikap dalam menjalani diet hipertensi salah satunya adalah karena pengetahuan penderita hipertensi itu sendiri.

Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Sikap.