Posts Tagged ‘Pendapatan keluarga’

h1

HUBUNGAN ANTARA PENDAPATAN KELUARGA DAN POLA ASUH GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI BETOKAN DEMAK

13 Juli 2014

INTISARI

Ninik Asri Rokhana

Latar Belakang : Anak balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, sehingga memerlukan zat gizi yang tinggi setiap kg Berat Badannya. Pendapatan suatu keluarga merupakan salah satu unsur yang dapat memperngaruhi status gizi. Hal ini menyangkut daya beli keluarga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi makan. Masa balita sangat tergantung pada Ibu atau pengasuhnya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya sangat tergantung pada pola asuh gizinya. Penelitian ini mengungkap permasalahan tentang adanya hubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizi anak balita dan hubungan antara pola asuh gizi dengan status gizi anak balita di Kelurahan Betokan Kecamatan Demak Kabupaten Demak tahun 2005.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizi anak balita dan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh gizi dengan status gizi anak balita di Kelurahan Betokan Kecamatan Demak Kabupaten Demak tahun 2005.
Jenis penelitian bersifat eksplanatory research (penelitian penjelasan). Sifat penelitiannya adalah survey deskriptif.
Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 202 anak balita dengan sampel sebanyak 47 anak balita.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian dari 47 responden mengenai hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi anak balita yaitu pendapatan keluarga relatif sedang sebesar 55,3% dan anak memiliki status gizi normal sebesar 72,3%,hubungan pola asuh gizi dengan status gizi yaitu 65,8% memiliki pola asuh gizi baik dan memiliki status gizi normal sebesar 72,3%. Dari hasil pembahasan dapat ditemukan bahwa hubungan antara pendapatan dan status gizi dari data tersebut menunjukkan bahwa tidak ada kecenderungan dengan pendapatan yang tinggi dan sedang mempunyai status gizi baik. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji chi square sebesar 5,577 dengan signifikan 1% diperoleh nilai kritik sebesar 13,28 yang berarti tidak ada hubungan antara pendapatan dengan status gizi. Dari data tersebut menunjukkan bahwa ada kecenderungan antara pola asuh gizi dengan status gizi ditunjukkan dari hasil uji chi square sebesar 18,379 dengan signifikan 1% diperoleh nilai kritik sebesar 9,21 yang berarti ada hubungan antara pola asuh gizi dengan status gizi anak balita.
Saran : Saran yang dapat diberikan yaitu ibu sebagai pengatur keuangan hendaknya dapat mengalokasikan pendapatan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan baik, pola asuh gizi anak salah satunya adalah praktik pemberian makan pada anak sehingga ibu harus tetap memperhatikan makanan anak balitanya karena kebutuhan tubuh akan zat gizi dapat dicukupi atau tidak tergantung dari pangan yang dikonsumsi. Dan hendaknya berat badan anak balita ditimbang setiap bulannya secara rutin, hal ini dikarenakan untuk memantau pertumbuhan anak balita tersebut.

Kata kunci : Pendapatan Keluarga, Pola Asuh Gizi dan Status Gizi

Skripsi ini milik Universitas Negeri Semarang, Anda dapat membacanya di perpustakaan Universitas Negeri Semarang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Atau jika Anda ingin memperoleh soft copy full teksnya silahkan hubungi: stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda (ketentuan berlaku).

PERHATIAN : Pastikan Anda telah menuliskan nama dan alamat email Anda dengan benar.

Iklan
h1

HUBUNGAN TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 3 – 5 TAHUN DI PUSKESMAS SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2011

3 Februari 2012

INTISARI

Icha Nobita Sari

Latar Belakang: Status  gizi  anak  balita  merupakan  indikator  dalam  mengukur  status  gizi masyarakat. Berbagai faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita antara lain kurangnya persediaan pangan, kurang baiknya kualitas lingkungan, kondisi sosial ekonomi dan budaya keluarga seperti pola asuh keluarga dan pendapatan keluarga.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan keluarga dengan status gizi balita usia 3-5 tahun di Puskesmas Seyegan tahun 2011.

Metode: Penelitian dengan metode deskriptif analitik. Menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah wawancara untuk mengukur tingkat pendapatan dan lembar terbuka dengan baku rujukan WHO-NCHS untuk mengukur status gizi balita. Analisa uji statistik menggunakan rumus Kendall’s Tau.

Hasil: Menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendapatan keluarga dengan status gizi balita di Puskesmas Seyegan, Sleman Yogyakarta. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis dengan rumus Kendall’s Tau yang menunjukkan bahwa koefisien korelasi yang dihasilkan sebesar 0,292 pada signifikansi 0,007 dimana signifikansi tersebut lebih kecil dari 5% (sig. p 0,007<0,05).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif sebesar 0,292 atau 29,2% antara tingkat pendapatan keluarga dengan status gizi balita di Puskesmas Seyegan, Sleman Yogyakarta.

 Kata Kunci : Pendapatan keluarga, Status Gizi

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda