Posts Tagged ‘Pendidikan’

h1

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DENGAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI BPS SRI MARTUTI PIYUNGAN BANTUL TAHUN 2011

4 Februari 2012

INTISARI

Eni Arnita

Latar Belakang: Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, angka kematian maternal di Indonesia mencapai 228/100.000 kelahiran hidup. Pelayanan antenatal care (ANC) merupakan pelayanan yang diterima wanita selama kehamilan dan sangat penting dalam membantu memastikan bahwa ibu dan janin selamat dalam kehamilan dan persalinan. Tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan kehamilan/ANC mempunyai peranan yang penting dalam upaya mendeteksi secara dini status kesehatan ibu hamil. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan adalah tingkat pendidikan

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan tentang pemeriksaan ANC di BPS Sri Martuti, Piyungan, Bantul Tahun 2011.

Metode: Penelitian dengan metode deskriptif analitik. Menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu primigravida yang melakukan pemeriksaan kehamilan di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan rumus Kendall’s Tau.

Hasil: Menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu hamil primigravida dengan pengetahuan tentang pemeriksaan antenatal care di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul yang dibuktikan dengan hasil uji hipotesis dengan rumus Kendall’s Tau diketahui bahwa koefisien korelasi yang dihasilkan sebesar 0,376 pada signifikansi 0,013 dimana signifikansi tersebut lebih kecil dari 5% (sig. p 0,013<0,05).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif dan sangat bermakna sebesar 0,376 atau 37,6% antara ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu hamil primigravida dengan pengetahuan tentang pemeriksaan antenatal care di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul.

Kata Kunci : Pendidikan, Primigravida, Pengetahuan, Atenatal Care

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

Iklan
h1

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP AKSEPTOR KB SUNTIK DI KELURAHAN GIWANGAN, KECAMATAN UMBULHARJO, YOGYAKARTA

15 Juli 2009

ABSTRAKSI

RIANA MELATI

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh Penulis, dalam kaitannya dengan sikap ibu pasangan usia subur menjadi akseptor KB suntik di Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta hampir semua ibu pasangan usia subur mengikuti KB suntik. Hal ini berarti sikap ibu Pasangan Usia Subur di daerah tersebut terhadap gerakan Keluarga Berencana cukup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan  sikap ibu menjadi akseptor KB suntik di Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta yang meliputi: tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, pekerjaan dan paritas/ jumlah anak.

Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan explanatory study bersifat analitik dengan penekanan cross sectional. Sampel menggunakan teknik purposive sampling diperoleh jumlah yang mewakili populasi sebanyak 73 responden akseptor KB suntik. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisa hasil penelitian menggunakan komputer program SPSS 11.5.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap (r hitung = 0,720, p = 0,000), pendidikan dengan sikap (r hitung = 0,558, p = 0,000), pekerjaan dengan sikap (r hitung = 0,350, p = 0,002) dan paritas/jumlah anak dengan sikap (r hitung = 0,372, p = 0,001). Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, paritas/jumlah anak dengan sikap ibu menjadi akseptor KB Suntik.

Kata kunci     : Pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, paritas/jumlah anak dan sikap ibu menjadi akseptor KB Suntik

h1

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN PERAWAT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

5 Mei 2009

DIAN PURWAHYUNINGTIAS MAYASARI HARMINATI

ABSTRAKSI

Rumah sakit berperan langsung dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat,utamanya dengan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

Oleh karena itu baiknya mutu suatu asuhan keperawatan tidak dapat dipisahkan dari mutu tenaga kesehatan, pendidikan dan pengetahuan kesehatan yang memberikan jasa pelayanan kesehatan itu sendiri.

Berdasarkan hal tersebut, penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih dalam pada penelitian yang berjudul “ Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Dengan Keterampilan Perawat Rawat Inap di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta”.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan dan pengetahuan perawat.Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keterampilan perawat rawat inap. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian Analitik Kuantitatif. Hipotesisnya yang penulis ajukan adalah “ Ada hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dengan tingkat keterampilan perawat rawat inap”.  ” Ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan perawat terhadap keterampilan perawat “. Hasil uji Spearman, ,diperoleh nilai signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat keterampilan perawat 0,008 (P<0,05). Hasil uji spearma, , diperoleh nilai signifiakn antara tingkat pengetahuan dengan tingkat keterampilan perawat 0,004 (P <0,05)

Kata Kunci: Pendidikan, keterampilan, pengetahuan, perawat, pelatihan

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DENGAN PENINGKATAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSI SITI AISYAH MADIUN TAHUN 2008

4 Mei 2009

Oleh : Ririh Sri Riastuti

ABSTRAK

Pendidikan dan pelatihan merupakan suatu proses yang dilakukan untuk memudahkan perawat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Adanya pendidikan dan pelatihan menjamin tersedianya tenaga-tenaga yang berkualitas dan professional dibidangnya. Para pegawai akan berkembang lebih cepat dan lebih baik serta bekerja lebih efisien, bila mereka sebelum bekerja menerima latihan dahulu dibawah pengawasan seorang pengawas instruktur ahli.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat diruang rawat inap RSI Siti Aisyah Madiun. Sampel diambil dengan menggunakan sampel jenuh yaitu sebanyak 62 perawat. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner untuk menilai pendidikan dan pelatihan dan kinerja. Uji korelasi pada penelitian ini adalah Correlate Pearson Product Moment dengan bantuan Komputer SPSS 11,5.

Hasil penelitian yang didapat yaitu tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dan pelatihan dengan peningkatan kinerja perawat diruang rawat inap RSI Siti Aisyah Madiun dengan koefisien korelasi sebesar 0,000 dan p= 0,998.

Kata Kunci: Pendidikan, Pelatihan, Kinerja Perawat.

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA DALAM PEMILIHAN PENGGUNAAN JENIS KONTRASEPSI IUD (Intra Uterine Device) DI KELURAHAN PRENGGAN, KECAMATAN KOTAGEDE, YOGYAKARTA, 2008

4 Mei 2009

Oleh : Dewi Haryani

ABSTRAK

Latar Belakang : Keluarga Berencana (KB) merupakan suatu cara yang efektif untuk mencegah mortalitas ibu dan anak karena dapat menolong pasangan suami istri menghindari kehamilan resiko tinggi. Berdasarkan data dari PLKB Kecamatan Kotagede tahun 2007 bahwa di Kelurahan Prenggan jumlah akseptor KB aktif sebanyak 1.507 orang, dan kontrasepsi IUD adalah kontrasepsi terbesar sebanyak 387 orang. Namun, berdasarkan observasi dilapangan di Kelurahan Prenggan bulan September 2007 terdapat data tentang akseptor IUD yang mengalami kegagalan pada penggunaan kontrasepsinya. Tujuan penelitian adalah Diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi akseptor KB dalam pemilihan penggunaan jenis kontrasepsi IUD.

Metode Penelitian : Jenis Penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dengan Studi Cross Sectional , yang dilaksanakan pada bulan Februari 2008. Sampel penelitian sebanyak 90 responden yang menggunakan kontrasepsi IUD, berdasarkan data PPKBD dan Sub PPKBD. Data yang dikumpulkan adalah tingkat ekonomi, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, dan pemilihan penggunaan kontrasepsi IUD dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Regresi, dan analisa statistik menggunakan uji t-test dan uji ANOVA (uji F).

Hasil : Pengaruh antara faktor pendidikan terhadap pemilihan penggunaan kontrasepsi IUD, dari hasil analisis statistik didapat t hit > t tab (2,646 > 1,988), sehingga Ho ditolak dan secara statistik ada pengaruh yang bermakna. Pengaruh antara faktor ekonomi terhadap pemilihan penggunaan kontrasepsi IUD, dari hasil analisis statistik didapat t hit > t tab (2,332 > 1,988), sehingga Ho ditolak dan secara statistik ada pengaruh yang bermakna. Pengaruh antara faktor pengetahuan terhadap pemilihan penggunaan kontrasepsi IUD, dari hasil analisis statistik didapat t hit > t tab (2,675 > 1,988), sehingga Ho ditolak dan secara statistik ada pengaruh yang bermakna. Pengaruh antara faktor sikap terhadap pemilihan penggunaan kontrasepsi IUD, dari hasil analisis statistik didapat t hit > t tab (2,354 > 1,988), sehingga Ho ditolak dan secara statistik ada pengaruh yang bermakna. Kesimpulan : Ada pengaruh antara faktor Pendidikan, Ekonomi, Pengetahuan, dan Sikap terhadap pemilihan penggunaan kontrasepsi IUD.
Kata Kunci : Pendidikan, Ekonomi, Pengetahuan, Sikap, Penggunaan Kontrasepsi IUD, Akseptor KB

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN PERAWAT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

1 Mei 2009

DIAN PURWAHYUNINGTIAS MAYASARI HARMINATI

ABSTRAKSI

Rumah sakit berperan langsung dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat,utamanya dengan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

Oleh karena itu baiknya mutu suatu asuhan keperawatan tidak dapat dipisahkan dari mutu tenaga kesehatan, pendidikan dan pengetahuan kesehatan yang memberikan jasa pelayanan kesehatan itu sendiri.

Berdasarkan hal tersebut, penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih dalam pada penelitian yang berjudul “ Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Dengan Keterampilan Perawat Rawat Inap di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta”.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan dan pengetahuan perawat.Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keterampilan perawat rawat inap. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian Analitik Kuantitatif. Hipotesisnya yang penulis ajukan adalah “ Ada hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dengan tingkat keterampilan perawat rawat inap”.  ” Ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan perawat terhadap keterampilan perawat “. Hasil uji Spearman, ,diperoleh nilai signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat keterampilan perawat 0,008 (P<0,05). Hasil uji spearma, , diperoleh nilai signifiakn antara tingkat pengetahuan dengan tingkat keterampilan perawat 0,004 (P <0,05)

Kata Kunci: Pendidikan, keterampilan, pengetahuan, perawat, pelatihan
Ingin dapat lengkapnya hubungi :  stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda