Posts Tagged ‘tingkat pendidikan’

h1

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN PENGETAHUAN TENTANG IMUNISASI DASAR DI BPS SRI MARTUTI PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA

3 Februari 2012

INTISARI

 Unun Muslimah

 Latar Belakang: Pemerintah mewajibkan setiap anak untuk mendapatkan imunisasi dasar terhadap tujuh macam penyakit yaitu penyakit TBC, Difteria, Tetanus, Batuk Rejan (Pertusis), Polio, Campak (Measles, Morbili) dan Hepatitis B. Salah satu faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target cakupan imunisasi dasar tersebut adalah kurangnya pengetahuan ibu terhadap pentingnya imunisasi dasar bagi bayinya. Sedangkan faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah tingkat pendidikan.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan tentang imunisasi dasar BPS Sri Martuti Piyungan, Bantul Tahun 2011.

Metode: Penelitian dengan metode deskriptif analitik. Menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-11 bulan yang sedang berkunjung dan memeriksakan kesehatan bayinya di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan rumus Chi Square.

Hasil: Dari uji statistik chi square diperoleh hasil χ2 hitung sebesar 13,803 pada signifikansi 0,001 dimana χ2 > χ2 tabel (13,803 > 5,991) dan signifikansi tersebut lebih kecil dari 5% (sig. p 0,001<0,05).

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan tingkat pengetahuan tentang imunisasi dasar di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul.

 

Kata Kunci: Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Imunisasi Dasar

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

 

Iklan
h1

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KETEKUNAN MENGIKUTI PROGRAM DOTS PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS KEMUSU II BOYOLALI JAWA TENGAH

3 Mei 2009

Ridwan

ABSTRAKSI

Kejadian kasus TB Paru di Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia karena banyak kendala dalam menghadapi kasus ini, drop out pengobatan menjadi salah satu faktornya. Pemerintah menjalankan strategi pengobatan TBC selaam 6-8 bulan yang disebut Direcly, Observed, threatment, Shortcourse (DOTS) untuk memberantas penyakit ini. Obat dapat diperoleh di tiap puskesmas seluruh Indonesia secara cuma-cuma. Di Puskesmas Kemusu II diketahui penderita TBC pengobatan tidak teratur sebanyak 16,13%. Sebagian besar penduduknya mempunyai tingkat pendidikan formal yang rendah.

Penelitian ini bertujuan diketahuinya hubungan antara tingkat pendidikan dengan ketekunan mengikuti program DOTS pada penderita TB Paru.

Jenis penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional, lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Kemusu II Kabupaten Boyolali, jumlah sampel 31 orang, pengambilan sampel dengan total populasi. Data dianalisis secara deskriptif, dengan menggunakan teknik analisis statistik yaitu chiSquare. Variabel bebas : tingkat pendidiakn formal. Variabel terikat : ketekunan penderita dalam menjalani pengobatan TB Paru jangka pendek (DOTS)

Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan responden 61% SD, 19% SMP, 13% SMA, 6 % perguruan tinggi. Tingkat pengetahuan dan ketekunan responden rata-rata sebesar 82%. Berdasarkan hasil analisis bivariat diperoleh taraf signifikan (p) adalah 0,683 (p>0,05), dengan demikian tidakada hubungan antara tingkat pendidikan denagn ketekunan penderita TB dalam mengikuti program DOTS.

Kata kunci :hubungan, tingkat pendidikan, ketekunan

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda