Posts Tagged ‘pengetahuan’

h1

TINGKAT PENGETAHUAN PRIMIGRAVIDA TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA TAHUN 2011

4 Februari 2012

INTISARI

Naili Sa’adah

Latar Belakang: Menurut SDKI (Survey Demografi Kesehatan Indonesia) tahun 2008, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih berada pada angka 228 per 100.000 kelahiran hidup. Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya. Pengetahuan tentang tanda bahaya pada kehamilan sangat membantu menurunkan AKI

Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan primigravida tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta tahun 2011.

Metode: Penelitian dengan metode deskriptif. Menggunakan pendekatan waktu observasional. Subjek penelitian adalah ibu primigravida yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner.

Hasil: Menunjukkan bahwa sebanyak  62,8% responden dengan tingkat pengetahuan cukup, 31,4% responden dengan tingkat pengetahuan baik. Dan hanya ada 5,7% responden dengan tingkat pengetahuan kurang.

Kesimpulan: Sebagian besar primigravida mempunyai tingkat pengetahuan cukup.

Kata Kunci : Primigravida, Pengetahuan, Tanda Bahaya Kehamilan

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

 

Iklan
h1

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DENGAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI BPS SRI MARTUTI PIYUNGAN BANTUL TAHUN 2011

4 Februari 2012

INTISARI

Eni Arnita

Latar Belakang: Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, angka kematian maternal di Indonesia mencapai 228/100.000 kelahiran hidup. Pelayanan antenatal care (ANC) merupakan pelayanan yang diterima wanita selama kehamilan dan sangat penting dalam membantu memastikan bahwa ibu dan janin selamat dalam kehamilan dan persalinan. Tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan kehamilan/ANC mempunyai peranan yang penting dalam upaya mendeteksi secara dini status kesehatan ibu hamil. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan adalah tingkat pendidikan

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan tentang pemeriksaan ANC di BPS Sri Martuti, Piyungan, Bantul Tahun 2011.

Metode: Penelitian dengan metode deskriptif analitik. Menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu primigravida yang melakukan pemeriksaan kehamilan di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan rumus Kendall’s Tau.

Hasil: Menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu hamil primigravida dengan pengetahuan tentang pemeriksaan antenatal care di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul yang dibuktikan dengan hasil uji hipotesis dengan rumus Kendall’s Tau diketahui bahwa koefisien korelasi yang dihasilkan sebesar 0,376 pada signifikansi 0,013 dimana signifikansi tersebut lebih kecil dari 5% (sig. p 0,013<0,05).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif dan sangat bermakna sebesar 0,376 atau 37,6% antara ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu hamil primigravida dengan pengetahuan tentang pemeriksaan antenatal care di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul.

Kata Kunci : Pendidikan, Primigravida, Pengetahuan, Atenatal Care

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU TENTANG CARA MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA TAHUN 2011

4 Februari 2012

INTISARI

Winda Apriani

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur  kebutuhan  bayi baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI dimana  bila  teknik  menyusui  tidak  benar,  dapat  menyebabkan puting lecet dan menjadikan ibu enggan menyusui serta bayi jarang menyusu. Menyusui merupakan suatu proses alamiah, namun untuk  mencapai keberhasilan menyusui diperlukan pengetahuan ibu mengenai cara  menyusui  yang  benar.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku tentang cara menyusui yang benar pada ibu postpartum di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta.

Metode: Penelitian dengan metode deskriptif analitik. Menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu postpartum yang melakukan persalinan di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan lembar observasi untuk mengukur perilaku tentang cara menyusui yang benar dengan analisa uji statistik menggunakan rumus Kendall’s Tau.

Hasil: Menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku tentang cara menyusui yang benar pada ibu postpartum di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis dengan rumus Kendall’s Tau yang menunjukkan bahwa koefisien korelasi yang dihasilkan sebesar 0,261 pada signifikansi 0,048 dimana signifikansi tersebut lebih kecil dari 5% (sig. p 0,048<0,05).

Kesimpulan : Terdapat hubungan yang positif sebesar 0,261 atau 26,1% antara tingkat pengetahuan dengan perilaku tentang cara menyusui yang benar pada ibu postpartum di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta.

 Kata Kunci : Pengetahuan, Postpartum, Perilaku Tentang Cara Menyusui Yang Benar

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

 

h1

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU POSTPARTUM TENTANG KOLOSTRUM DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM DI BPS SRI MARTUTI PIYUNGAN BANTUL TAHUN 2011

4 Februari 2012

INTISARI

Yuliana Pramita Dewi

Latar Belakang: Berdasarkan data pada buku profil kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2009 menunjukkan bahwa cakupan ASI eksklusif paling rendah dialami oleh Kabupaten Bantul yakni sebesar 25,21%. ASI yang pertama kali keluar setelah melahirkan disebut kolostrum dan sangat penting diberikan kepada bayi. Namun sayangnya, banyak ibu postpartum yang kurang/tidak tahu akan pentingnya kolostrum.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang kolostrum dengan pemberian kolostrum pada ibu postpartum di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul. Apakah kedua variabel tersebut berhubungan dan saling mempengaruhi.

Metode: Penelitian dengan metode statistik induktif. Menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu postpartum spontan di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul pada hari pertama sampai hari keempat. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan rumus Chi Square.

Hasil: Menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan ibu postpartum tentang kolostrum dengan pemberian kolostrum di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul yang dibuktikan dengan hasil χ2 hitumg sebesar 13,146 pada signifikansi 0,001 dimana χ2 > χ2 tabel (13,146 > 5,991) dan signifikansi tersebut lebih kecil dari 5% (sig. p 0,001<0,05).

Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu postpartum tentang kolostrum dengan pemberian kolostrum di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul.

Kata Kunci : Pengetahuan, Postpartum, Kolostrum,Pemberian Kolostrum

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

 

h1

TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS MERGANGSAN TAHUN 2011

3 Februari 2012

INTISARI

Puspayani

Latar Belakang: Menurut SDKI (Survey Demografi Kesehatan Indonesia) tahun 2008, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih berada pada angka 228 per 100.000 kelahiran hidup. Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya. Pengetahuan ibu hamil trimester III tentang tanda bahaya pada kehamilan berperan penting dalam membantu menurunkan AKI. Peningkatan pengetahuan ibu bisa didapatkan dari berbagai sumber yakni mendatangi layanan kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit, membaca media cetak dan media elektronik serta sumber lainnya.

Tujuan: Untuk mengetahui deskripsi tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Mergangsan tahun 2011

Metode: Penelitian dengan metode deskriptif. Menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan

Hasil: Menunjukkan sebesar 47,8% ibu hamil trimester III mempunyai tingkat pengetahuan baik, 45,7% mempunyai tingkat pengetahuan cukup dan 6,5% mempunyai tingkat pengetahuan kurang

Kesimpulan : Sebagian besar ibu hamil trimester III di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta memiliki tingkat pengetahuan yang baik.

 Kata Kunci : Pengetahuan, Trimester III, Tanda Bahaya Kehamilan

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

h1

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DENGAN KEPATUHAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PLERET KECAMATAN PLERET KABUPATEN BANTUL TAHUN 2010

3 Februari 2012

INTISARI

 Desyana Aisyah Prihandini

 Menurut SKDI 2005 diperoleh data angka kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat melahirkan tercatat 307 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung yang berkaitan dengan kematian ibu adalah komplikasi pada kehamilan, persalinan dan nifas yang tidak tertangani dengan baik dan tepat waktu. Untuk meminimalisir hal tersebut, maka pemeriksaan kehamilan atau antenatal care sangat dibutuhkan. Di sisi lain, tercapainya target antenatal care tidak lepas dari peran ibu hamil itu sendiri. Pengetahuan ibu hamil mengenai antenatal care diharapkan akan mendorong ibu hamil untuk lebih patuh dalam melakukan pemeriksaan kehamilan.

Diketahuinya hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang antenatal care dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Pleret, Bantul.

Penelitian dengan metode deskriptif analitik. Menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Pleret, Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan rumus Kendall’s Tau.

Menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang antenatal care dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Pleret, Bantul yang dibuktikan dengan hasil uji hipotesis dengan rumus Kendall’s Tau diketahui bahwa koefisien korelasi yang dihasilkan sebesar 0,402 pada signifikansi 0,023 dimana signifikansi tersebut lebih kecil dari 5% (sig. p 0,023<0,05).

 Terdapat hubungan yang positif dan sangat bermakna sebesar 0,402 atau 40,2% antara tingkat pengetahuan ibu tentang antenatal care dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Pleret, Bantul.

 Kata Kunci : Pengetahuan, Atenatal Care, Kepatuhan Antenatal Care

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

 

h1

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN PENGETAHUAN TENTANG IMUNISASI DASAR DI BPS SRI MARTUTI PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA

3 Februari 2012

INTISARI

 Unun Muslimah

 Latar Belakang: Pemerintah mewajibkan setiap anak untuk mendapatkan imunisasi dasar terhadap tujuh macam penyakit yaitu penyakit TBC, Difteria, Tetanus, Batuk Rejan (Pertusis), Polio, Campak (Measles, Morbili) dan Hepatitis B. Salah satu faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target cakupan imunisasi dasar tersebut adalah kurangnya pengetahuan ibu terhadap pentingnya imunisasi dasar bagi bayinya. Sedangkan faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah tingkat pendidikan.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan tentang imunisasi dasar BPS Sri Martuti Piyungan, Bantul Tahun 2011.

Metode: Penelitian dengan metode deskriptif analitik. Menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-11 bulan yang sedang berkunjung dan memeriksakan kesehatan bayinya di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan rumus Chi Square.

Hasil: Dari uji statistik chi square diperoleh hasil χ2 hitung sebesar 13,803 pada signifikansi 0,001 dimana χ2 > χ2 tabel (13,803 > 5,991) dan signifikansi tersebut lebih kecil dari 5% (sig. p 0,001<0,05).

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan tingkat pengetahuan tentang imunisasi dasar di BPS Sri Martuti Piyungan Bantul.

 

Kata Kunci: Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Imunisasi Dasar

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda