h1

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DI PUSKESMAS PAJANGAN BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2013

13 Juli 2014

INTISARI
Hendra Purbaya

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mempunyai pertumbuhan penduduk masih cukup tinggi. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Indonesia pada tahun 2000 tercatat sebesar 1,49% dan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk tersebut maka pemerintah mengupayakan program Keluarga Berencana (KB). Dalam melaksanakan KB dibutuhkan perencanaan yang rasional, untuk itu perlu ketepatan dalam memilih jenis alat kontrasepsi yang sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan daya guna kontrasepsi. Sedangkan berdasarkan data BKKBN tahun 2011, diketahui adanya peningkatan penggunaan metode kontrasepsi hormonal, sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang cenderung berhubungan dengan pemilihan metode tersebut.
Tujuan Penelitian: Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi hormonal di Puskesmas Pajangan Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Dimana variabel independen dan dependen diobservasi sekaligus pada saat bersamaan. Data dikumpulkan menggunakan alat bantu kuesioner. Selanjutnya data tersebut diolah dengan menggunakan program SPSS melalui analisis univariabel dan bivariabel dengan Chi-square dan Kendall tau. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu akseptor KB hormonal di Puskesmas Pajangan pada tanggal 2-9 Agustus 2012 yaitu sebanyak 61 orang.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi hormonal adalah paritas (sig. ρ = 0,025). Sedangkan variabel pengetahuan tentang kontrasepsi hormonal, pendidikan, umur dan tingkat ekonomi tidak berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi hormonal.
Kesimpulan: Dari 5 faktor yang diteliti, hanya paritas yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi hormonal di Puskesmas Pajangan Bantul. Hal ini ditunjukkan dari nilai sig. sebesar 0,025 (< 0,05) dan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,328.
Saran: Bagi ibu multipara, hendaknya memilih jenis kontrasepsi jangka panjang yang bertujuan untuk membatasi kelahiran seprti implan, sedangkan untuk primipara sebaiknya lebih memilih kontrasepsi jangka pendek yang bertujuan untuk mengatur jarak kelahiran seperti suntik dan pil.

Kata Kunci: Pemilihan Alat, Kontrasepsi Hormonal.

Karya Tulis Ilmiah ini milik STIKES Achmad Yani Yogyakarta, Anda dapat membacanya di perpustakaan STIKES Achmad Yani Yogyakarta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Atau jika Anda ingin memperoleh soft copy full teksnya silahkan hubungi: stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan anda (ketentuan berlaku).

PERHATIAN : Pastikan Anda telah menuliskan nama dan alamat email Anda dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: